Dalam kitab”at Taraatiib al Idaariyyah”, juz I, hal 241-245, karya”al Kattani”, ada dijelaskan tentang struktur negara Rasulullah SAW sebagai berikut:

  • Kepala negara: Muhammad Saw.
  • Mu’awin Tafwidh: Abu Bakar ash Shiddiq dan Umar Ibnu Khattab.
  • Mu’awin Tanfidz: Hudzaifah al Yaman dan Zaid bin Haritsah.
  • Amir al Jihad: Muhammad Saw.
  • Jaysy ( tentara):315-30. 000 personil.
  • Syurthah (Polisi): Qays bin Sa’id ( Kepala Kepolisian).
  • Qadha’ (Peradilan): Muhammad Saw (Kepala Qadhi).
  • Qadhi Khusumat: Ali bin Abi Thalib dan Muadz bin Jabal.
  • Qadhi Hisbah: Muhammad Saw (kasus di pasar).
  • Qadhi Madhalim: Muhammad Saw.
  • Mashalih Dawlah (Biro Administrasi Umum) terdiri dari:

  1. Urusan Perumahan: Muhammad bin Maslamah.
  2. Urusan Kesehatan: Abi Ramtsah dan Rafidah (Anshar)
  3. Urusan Pendidikan: Ditangani Rasulullah dan para sahabat dll.
  • Majelis Umat:
  1. Abu Bakar Ash Shiddiq.
  2. Umar Ibnu Khattab.
  3. Utsman bin Affan.
  4. Ali bin Abi Thalib.
  5. Hamzah ‘Abdul Muthalib.
  6. Bilal bin Rabbah
  7. Abu Dzar al Ghifari
  8. Sa’ad bin Muadz
  9. Sa’ad bin Ubadah
  10. Usaid bin Hudhair
  11. Al Miqdad al Aswad
  12. Hudzaifah al Yaman
  13. Mu’adz bin Jabbal
  • Wali:
  1. Uttad bin Usyad (Wali Makkah)
  2. Utsman bin Abi al ‘Ash ( Wali Tha’if)
  3. ‘Ila bin al Hadhrami (Wali Bahrain)
  4. ‘Amr bin al ‘Ash (Wali Oman)
  5. Abu Sofyan bin Harb (Wali Najran)
  6. Badzan bin Sasan (Wali Yaman dan Shun’a)
  7. ‘Amr bin sa’id al ‘Ash (Wali Wadi Al Qura)
  8. Yazid bin Abi Sofyan (Wali Tayma’)
  9. Tsumamah bin ‘Atsal (Wali Yamamah)
  10. Farwah bin Musayk (Wali Murad, Zabid, Madhij)
  • Sedang jumlah ‘Amil mencapai 30 orang lebih.

Keterangan:

  • Mu’awin Tafwidh: Pembantu Administrasi.
  • Mu’awin Tanfidz: Pembantu Pelaksana.
  • Qadhi Khusumat: Petugas peradilan yang menangani tentang perselisihan umat.
  • Qadhi Hisbah: Petugas peradilan yang menangani perhitungan masalah ekonomi umat.
  • Qadhi Madhalim: Petugas peradilan yang menangani tentang koreksi terhadap pejabat negara yang berbuat zalim.