Amerika dan negara-negara barat menamakan diri mereka sebagai negara yang berperadaban. Hal ini terjadi disebabkan mereka terpedaya oleh kemajuan ilmu-ilmu duniawi dan teknologi yang telah mereka capai.

Dengan hal itulah orang-orang kafir di setiap zaman terpedaya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي اْلأَرْضِ فَيَنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَءَاثَارًا فِي اْلأَرْضِ فَمَآأَغْنَى عَنْهُم مَّاكَانُوا يَكْسِبُونَ

“Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang sebelum mereka. Adalah orangorang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan lebih banyak bekasbekas mereka di muka bumi. Maka apa yang mereka usahakan itu sama sekali tidak bisa menolong mereka.” (Al Mukmin :82)

Dan yang benar adalah bahwa negara-negara kafir ini lebih pas disebut penduduk bumi yang sesat dan berada di dalam kegelapan (Ahludh Dhalal wazh Zhulumat)! Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Dan orang-orang kafir itu adalah teman setia para thaghut yang akan mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan, mereka itulah para penduduk neraka, di dalamnya mereka dalam keadaan kekal.” (Al Baqarah :257)

Juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسُُ
“Hanya saja orangorang musyrik itu najis.” (At Taubah :28)

Dan mereka itu jauh lebih sesat dan hina dari binatang dan hewan. Mereka …. membolehkan zina dan homoseks atas nama kebebasan/hak asasi! Di mana prinsip semacam ini kadang ditolak oleh sebagian binatang.

Imam Al Bukhari telah meriwayatkan dari Maimun bin Mahran, yaitu bahwa di zaman Jahiliyah dia pernah melihat kera yang berzina, lalu berkumpullah kera-kera lain dan kemudian merajamnya. Imam Muslim meriwayatkan hadits yang serupa dengan ini dari Abu Roja’ Ath Tharidi.

Maka bila negara-negara kafir itu menamakan diri mereka sebagai Al ‘Alam All Mutahadhir (Dunia yang berperadaban) maka penamaan semacam ini hanyalah membolak balik nama dari hakekat sebenarnya. Artinya apa yang mereka sebutkan itu menunjukkan kebalikan/lawan yang justru menjadi sifat asli mereka. Sebagaimana firman Allah swt tentang Yahudi dan Nasrani:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاؤُا اللهِ وَأَحِبَّاؤُهُ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasihkekasihNya.” (Al Maidah : 18)

Lihatlah penilaian dan penamaan mereka terhadap diri mereka (pada ayat di atas). Padahal pada saat yang sama Allah jugaberfirman bahwa mereka adalah Al Maghdhuub dan Adh Dhaalliin (Kaum yang dimurkai dan Tersesat) (Al Fatihah : 7)

Jadi tidak benar bila mereka disebut Dunia yang berperadaban, tetapi yang tepat mereka disebut Ahludh Dhalal wazh Zhulumat wan Najasat (Penduduk bumi yang sesat, gelap dan najis). Mereka adalah teman-teman setia setan dan kerajaan Iblis!