Nama ISIS (Islamic State in Iraq and al-Syam) tiba-tiba menjadi isu yang marak dibahas dalam konflik Suriah dan Irak. Tulisan ini, akan menganalisa secara ringkas beberapa hal penting terkait asal muasal dan perkembangan organisasi tersebut.

Hal pertama untuk mengkaji tema ini adalah tentang sejarah dan nama ISIS itu sendiri. Dalam bahasa Arab, ISIS atau Islamic State in Iraq and al-Syam merupakan terjemahan dari organisasi Ad-Daulah al-Islamiyah fi al-Iraq wa asy-Syam. Tapi, Associated Press dan AS menyebutnya sebagai Islamic State in Iraq and The Levant (ISIL).

Organisasi ini ada kaitannya dengan arus gerakan Salafiyah Jihadiyah yang menghimpun berbagai unsur berbeda untuk bertempur di Irak dan Suriah. Di medan tempur, mereka terbagi-bagi di bawah sejumlah front. Karena kondisi tersebut, dimunculkanlah nama organisasi yang menyebut istilah “Ad-Daulah Al-Islamiyah” (Islamic State). Nama ini sekaligus menjadi magnet yang menarik banyak pasukan dari berbagai daerah di medan perang untuk menyatakan kesetiaannya di bawah organisasi payung yang besar. (lebih…)


Alloh SWT Berfirman :

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

(QS. At Taubah[9]: 20)

Hijrah bukan hanya non kooperatif. Meskipun secara politik Hijrah itu hampir sama dengan Politik Non Kooperatif, sama-sama menolak bekerjasama dengan pemerintah kafir yang berkuasa saat itu. Akan tetapi keduanya mempunyai filosofi gerakan yang jauh berbeda. (lebih…)


A. Sebelum Proklamasi NII

1905 —-> berdiri SDI (Syarikat Dagang Islam)
1911 —-> berdiri SI (Syarikat Islam) melanjutkan perjuangan SDI
1912 —-> KH. A. Dahlan mendirikan Muhammadiyah, kemudian keluar dari SI
1920 —-> A. Hassan keluar dari SI lalu mendirikan PERSIS (persatuan Islam)
1926 —-> KH. Hasyim Asy’ari keluar dari SI lalu mendirikan Nahdhatul Ulama
1927 —-> Soekarno di pecat dari SI lalu mendirikan PNI (Partai Nasionalis Indonesia)
1933 —-> Sukiman keluar dari SI lalu mendirikan PARTII (Partai Islam Indonesia)
1934 —-> HOS Cokroaminoto Wafat, Pimpinan SI dilanjutkan oleh Abi Kusno Cokrosuyoso (Ketua)   dan SM Kartosuwiryo (Sekretaris) (lebih…)


Bismillahirrohmanirrohim

Tatkala Negara Islam Indonesia diproklamirkan tanggal 7 Agustus 1949 ketika itu belum ada negara Islam di dunia selain dari NII. Namun para elit NII sudah memprediksikan bahwa di kemudian hari sesudah NII akan banyak ummat Islam yang memperjuangkan berdirinya negara Islam di masing-masing negerinya. Hal demikian disebabkan sama-sama menyadari adanya kewajiban menjalankan hukum Allah s.w.t. secara sempurna (Q.S.5:208). Sama-sama menyadari tidak mau dicap oleh Al-Qur’an sebagai orang-orang kafir ( Q.S.5: 44), dhalim (Q.S.5:45), fasiq (Q.S.5:47). Atau sama-sama tidak mau menjadi orang-orang yang bertahkim kepada Thagut (Q.S.4:60 ). Sama-sama ingin dibeli oleh Allah (Q.S.9:111) sehingga berperang melawan pemerintah Thagut sampai berdirinya negara Islam menjalankan hukum Allah secara sempurna. Ayat Al-Qur’an menerangkan bahwa yang berperang di jalan Allah sehingga terbunuh atau menang (Q.S.4:74) maka akan diberikan kepadanya pahala yang sangat besar. Ayat itu tidak hanya dipraktekkan oleh mujahidin di Indonesia saja melainkan oleh seluruh ummat Islam di negeri manapun yang mengharapkan ganjaran (pahala) dan keselamatan di akhirat kelak.      Dari prediksi demikian di atas maka para peserta Konferensi ulama Indonesia di Cisayong ( 1948 ) memutuskan di antaranya apabila Negara Islam Indonesia sudah kokoh kedalam dan keluar, sudah bisa melaksanakan syari’at Islam seluas-luasnya dan sesempurna-sempurnanya, sedang ke luar sejajar dengan negara-negara lain maka membantu perjuangan muslimin di negeri-negeri lain sehingga dapat dengan cepat melaksanakan wajib sucinya. Namun, apabila kenyataannya perjuangan negara Islam di negeri-negeri lain itu ada yang lebih cepat merdeka sehingga bisa menerapkan syari’at Islam secara sempurna maka pihak Negara Islam Indonesia menyambut dengan gembira serta mengakuinya sebagai negara dan bukanlah sebagai khilafah, sebab khilafah itu harus sudah bertanggung jawab kepada seluruh ummat Islam di seluruh dunia, dalam arti harus bisa mengirimkan tentara Islam membebaskan muslimin dari cengkaraman pemerintah/ penguasa Thagut dalam versi apapun. Artinya, bahwa Khilafah bagi NII bukanlah sekedar nama, apalagi bila untuk wilayah sendirinya saja belum bisa menguasai sepenuhnya. Begitu juga bagi NII, jika kemudian hari de fakto menguasai sepenuhnya wilayah Indonesia sehingga bisa menerapkan hukum syariat Islam seluas-luasnya dan sesempurna sempurnanya maka NII tidak akan menyatakan khilafah (kekuasaan sedunia) sebelum bersama-sama negara-negara Islam di luar Indonesia membentuk Dewan Imamah Dunia serta bermusyawarah mengangkat Khalifah guna menyatukan kekuatan militer Islam yang mendunia dan sanggup mengirimkan pasukan membantu perjuangan ummat Islam di negeri yang masih dikuasai Thagut. Khalifah adalah penguasa dunia sebagaimana arti “Khalifah” yaitu Imam yang tidak ada lagi diatasnya Imam. ( Al-Munjid, kamus) berarti harus sudah bertanggung jawab dengan riil dibuktikan dengan prakteknya.  (lebih…)


 A. Makna Kepemimpinan

Maksud dari pembahasan leadership atau kepemimpinan dalam materi ini adalah sesuatu atau beberapa hal yang berkaitan dengan seni, teknik, system dan cara seseorang dan atau sekumpulan pimpinan dalam memimpin lembaga daulah Islamiyyah berjuang

Memimpin merupakan suatu usaha dalam upaya mewujudkan keinginan, visi dan misi lembaga negara dan ummat dengan cara membangkitkan rasa hormat, kepercayaan dan kerjasama sepenuhnya dari lembaga dan ummat yang dipimpin.

Pemimpin atau Imam adalah seseorang yang bertugas untuk melakukan bagaimana cara memimpin lembaga negara berjuang untuk mencapai visi dan misinya menuju pantai harapan mardhotillah. Sedangkan jajaran pimpinan adalah sekelompok orang yang bertugas sebagai perpanjangan tangan Imam negara dalam melaksanakan sebagian tugas pemerintahan dibawah kendali dan koordinasi Imam. (lebih…)


Bismillahirrohmanirrohim

Prolog berdirinya sebuah Negara

Islam adalah aqidah aplikatif, aqidah yang menghasilkan nidzom( Sistem) yang Universal dan Integral. Ia juga merupakan;

  1. Sistem yang mengatur hubungan Individu dengan Robbnya dengan jalan beribadah hanya pada Robbnya
  2. Sistem yang mengatur hubungan individu dengan dirinya sendiri dengan jalan keharuan menjaga kesehatan, makanan, pakaian dan lain-lain.
  3. Sistem yang mengatur hubungan individu dengan keluarga dengan jalan berkasih sayang, melindungi, memberi nafkah, memberi warisan dll.
  4. Sistem yang mengatur hubungan individu dengan sesama manusia dengan jalan bermuamalah.
  5. Sistem yang mengatur hubungan individu dengan Negara, Dengan keharusan taat dan tunduk kepada keputusan negara selagi negara tersebut merealisir syariat allah. dan ia juga merupakan
  6. Sistem yang mengatur antara darul Islam dengan sesama Darul Islam lainnya dan Darul Islam dengan ghoiru darul Islam.

Rosulullah dengan penuh kesabaran bahkan dengan kesabaran yang tidak sanggup ditanggung oleh para rosul ulul azmi sekalipun. Ia terus menerus mendakwahkan Islam di makkah,hingga kurang lebih 68 surat (4780 Ayat) diturunka di makkah ( Ayat ayat Makiyah) dari 114 surat yang ada dalam Quran. dalam kurun waktu 13 tahun, Rosulullah terus menerus mengadakan perbaikan Aqidah syirik yang dianut manusia saat itu dengan tida atau belum mempertimbangkan Aqidah manusia lain di luar kota makkah. (lebih…)


Adapun alasan pembatalan Estafeta Kepemimpinan yang dipangku mulai dari Abdul Qohar Muzakkar sampai Tahmid Rahmat Basuki dan Toto Abdus Salam (Syeh Panji Gumilang) adalah disebabkan ketidak konstitusionalannya (diangkat berdasarkan apa?, diangkat oleh siapa?, pada saat diangkat jabatannya apa?) dan tidak memenuhi 4 parameter yang ada, antara lain sebagai berikut : (lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.