A. SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA ISLAM INDONESIA

NKA NII yang mempunyai 3 sistem pemerintahan berdasarkan kondisi Negara yang berbeda, sehingga menjadikannya mampu survive dalam kondisi apapun. 3 sistem ini tidak akan tumpang tindih dikarenakan ketiganya relative mempunyai prasarat-prasarat yang sangat berbeda, sehingga satu system struktur tidak mungkin dipergunakan dalam kondisi prasarat yang sebenarnya lebih cocok untuk system  lainnya. Jika dipaksakan, tentunya system akan menjadi rancu dan tidak efektif. (lebih…)


Sepintas Tentang Thoghut Thaghut berasal dari kata thaaghaa yang artinya melampaui batas. Thoghut menjadi arti lebih spesifik lagi setelah Allah SWT dalam beberapa firmannya memunculkan term kata Thaghut, sehingga kesimpulannya dapat diartikan Thoghut ini adalah suatu sosok yang di bentuk oleh manusia ataupun jin dengan melampaui batas posisi dari sebagai hamba menjadi sejajar atau lebih dari posisi sebagai ilah. Jadi ketika sosok hamba menyatakan dirinya (ataupun dinyatakan oleh hamba lainnya) menjadi sosok ilah (wajib di ibadahi, wajib di taati, wajib di sembah tanpa reserve baik salah satu ataupun ketiganya) sehingga menjadi andad (tandingan) dari Allah sebagai ilah yang sebenarnya, maka sosok hamba tadi telah mendeklarasikan/dideklarasikan sebagai Thoghut. (lebih…)


Re Orientasi Gerakan (Kembali Kepada Uswah Rosulullah SAW)

Gerakan Revolusioner yang paling berhasil sepanjang masa adalah Gerakan Rosulullah SAW. Sebuah perubahan revolusioner yang dimotori Rosulullah Muhammad SAW adalah contoh nyata (kalau tidak dikatakan sunnah) dan diakui oleh sejarawan manapun di dunia.

Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh Rosulullah dilakukan di segala bidang; Sosial-Budaya, Hukum, Politik, Ekonomi, dan segala yang berhubungan dengannya. Akan tetapi perubahan yang paling mendominasi gerakan revolusi saat itu adalah perubahan politik, yang ditandai dengan pergantian kekuasaan dan sistemnya, yang sebelumnya dikuasai oleh petinggi mekah dengan pola Kepemimpinan Dzalim, digantikan dengan Pola Kepemimpinan Berkeadilan Mutlak (Keadilan berdasarkan Syariat Allah) yang dicontohkan langsung oleh Rosulullah Muhammad SAW. Karena paska revolusi politik itulah maka kemudian akhirnya diikuti perubahan-perubahan lainnya (Sosial-Budaya, Hukum, Ekonomi dll). (lebih…)


Stigmatisasi NII (Negara Islam Indonesia) dan Bantahannya Selama peperangan NII (Negara Islam Indonesia) dengan RI (Republik Indonesia),

Stigmatisasi terhadap NII oleh RI telah berlangsung sejak awal peperangan. Dari mulai pemberian nama Gerombolan, DI yang disingkat Duruk Imah (Pembakar Rumah), Perampok, dll. membuat perjuangan suci TII menjauh dari dukungan umat islam yang masih taat pada RI. Paska peperangan selesai (1962) stigmatisasi terhadap NII tidaklah serta merta selesai, apalagi gerakan NII kemudian terdeteksi kembali mengkristal sejak 70-an awal. Maka propaganda serta fitnahpun disebar dengan melalui media resmi ataupun melalui antek-anteknya di kalangan bawah yang kontak langsung dengan rakyat. Tidak jarang hal ini membuat beberapa umat NII kembali murtad dan berkhianat, rakyat umum lebih membenci gerakan suci ini, dan beberapa harokah (gerakan islam) mulai melakukan konflik gerakan dan pemikiran dengan NII, meski pada hakekatnya tujuan gerakannya sama. Dan citra burukpun muncul kembali demi memisahkan Mujahidin TII dengan umat ataupun yang berpotensi menjadi sekutu (harokah islam lainnya). Dan hal yang paling buruk terjadi ketika fihak RI berhasil menyusupkan agen-agennya yang berbaju mujahid masuk ke barisan NII dan berusaha melakukan pembentukan citra buruk dan konflik baru yang bukan hanya antara NII dengan fihak luar, juga didalam tubuh NII sendiri. Dan dibawah ini gambaran-gambaran stigmatisasi yang berhasil dilakukan oleh fihak RI beserta bantahan-bantahan yang didasari oleh Qur’an, Hadis Rosulullah, Undang-undang/Hukum yang telah ditetapkan oleh negara (NII). (lebih…)


Istilah Politik Hijrah diambil dari sebuah konsep gerakan politik yang dicanangkan PSII pada tahun 1938 melalui kongres partai (Majelis Tahkim) yang mengamanahkan kepada SM Kartosuwirjo (saat itu menjabat sebagai Sekretaris Umum PSII) agar disusun untuk menjadi konsep ideologi gerakan bagi partai PSII. Intisari dari konsep tersebut adalah : (lebih…)


NKA NII (Negara Karunia Allah Negara Islam Indonesia) secara politis, social, keamanan, adalah penghambat terbesar bagi kekuasaan mereka (Konspirasi Internasional Amerika+Freemasonry+Zionist) sejak berdirinya 7 Agustus 1949 mereka sudah mulai gerah. Maka melalui Amerika mereka menekan Belanda untuk segera memunculkan Negara boneka yang dianggap mampu menjadi perpanjangan tangan dalam memberantas NII sebagai satu-satunya Negara di wilayah ini yang menghendaki penguasaan politik berdasarkan Syariat Allah (yang sangat mereka takutkan). Dan tekanan itu berhasil setelah perundingan Meja Bundar betul-betul sesuai dengan harapan mereka terhadap rencana besar yang tersimpan (penguasaan wilayah Nusantara), salah satu klausul dalam perundingan itu (yang tidak dimunculkan secara umum) adalah syarat pemberian hadiah kemerdekaan Negara boneka Indonesia Serikat yaitu memberantas habis Negara yang mempunyai hak penuh atas wilayah ini NII. Dan itupun dibuktikan oleh Soekarno 1 tahun kemudian dalam musyawarah di Majelis (MPRS) dalam pidatonya secara resmi menyatakan perang terbuka terhadap NII (setelah meyakini bahwa dia (soekarno) didukung penuh oleh kekuatan Amerika dan Belanda). Dan pada akhirnya memenangkan perang (untuk sementara) pada tahun 1958 (Aceh), 1962(Jawa), 1965(Sulawesi). (lebih…)


Radikalisme, Foundamentalisme, dan Teroris adalah tiga Jargon Politik penting yang dipergunakan oleh NKRI saat menghadapi NKA NII dalam Perang Propaganda (Ghozul Fiqr) sejak Orde Soekarno hingga SBY. Tiga kata yang berkonotasi baik ini dibuat menjadi pengertian yang seolah buruk untuk mendeskriditkan pemahaman NKA NII yang mengembalikan setiap urusan kepada dua hal (Qur’an dan Sunnah Rosulullah). Tiga kata ini diambil dari tulisan-tulisan para orientalis barat yang sengaja dibuat untuk para aktivis islam di dunia yang mulai bangkit dan secara politik sangat membahayakan kepentingan mereka (Negara Barat). Tiga kata ini sebenarnya tersirat didalam Al Qur’an sebagai pemahaman yang justru wajib dimiliki oleh setiap Umat Islam di Dunia, (lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.