Seruan Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani:

“Kemenangan Dari Allah Dan Penaklukkan Yang Dekat”

بسم الله الرحمن الرحيم

Yayasan Al-Minarah AL-Baydha’ mempersembahkan pesan audio Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani hafidhaullahu, yang berjudul “Kemenangan Dari Allah dan Penaklukkan Yang Dekat”.

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ´Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” QS. AS-Shaff: 10-13

Segala puji hanya milik Allah yang telah memberikan kemenangan kepada hamba-hamba-Nya, dan memuliakan para tentara-Nya, serta mengalahkan koalisi para musuh sendirian. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabat.

Amma ba’du..

Allah azza wa jalla berfirman:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” QS. Annur: 55

Kami ucapkan selamat kepada kaum muslimin atas kemenangan besar yang diraih melalui tangan putra-putra mereka ‘para mujahidin’ di kota Idlib yang agung. Juga, kami ingin mengucapkan selamat kepada seluruh mujahidin atas persatuan mereka yang solid, kedisiplinan serta terorganisirnya  mereka dengan sangat baik dalam pertempuran penuh berkah ini. Kami juga mengapresiasi semua pihak yang turut berpartisipasi. Dari segi kemiliteran; (kami ucapkan selamat –red) kepada seluruh para komandan dan prajurit, para penaggung jawab syari’at, awak reporter, petugas medis serta petugas pabrik.

Kami memohon pada Allah agar merahmati mereka yang gugur syahid dalam pertempuran ini, diantara mereka: Syaikh Abu Jamil Al-Qutb, Abu Abdullah An-Najdi, Abu Al-Bara’ dan Abu Hafs dari Mesir, dan Abu Wafa’Al-Anshari. Juga kepada semua mereka yang telah gugur demi membela umat ini dengan darah mereka, kami mohoh pada Allah azza wa jalla untuk menerima mereka sebagai para syuhada’, dan membalas mereka dengan pahala terbaik atas darah yang telah mereka korbankan, dengan izin Allah.

“Kecintaan kami pada kematian menjadikan waktu yang dijanjikan semakin mendekat.

Sedang orang kafir membenci waktu yang dijanjikan itu, sebab itulah hidup mereka panjang.” (syair)

Kami juga sangat mengagumi aksi keluarga kami para penduduk Idlib, juga sikap mereka untuk berada di sisi putra-putra mereka para mujahidin, dan penerimaan mereka yang sangat luar biasa pada para mujahidin. Kami berjanji pada penduduk Idlib, mereka tidak akan menyaksikan dari para mujahidin ini kecuali akhlak yang baik, dan muamalah social yang santun, dan kami akan memberikan keadilan hukum Allah kepada mereka dengan mahkamah syariat disana dengan izin Allah. Yang mana ini akan melindungi agama mereka, darah mereka, kehormatan dan harta mereka. Juga akan melindungi kemulian dan kehormatan mereka, dan membrantas para penindas dan orang-orang yang melampaui batas terhadap mereka. Juga akan mengawasi keamanan mereka dan menetapkan konsultasi (syura) dan memperjuangkan hak-hak orang miskin, dan menegakkan keadilan di antara mereka.

Wahai kaum muslimin! Sesungguhnya, angin kemenangan yang telah ditiup di Syam membuktikan bahwa pihak-pihak yang berjuang di belakang barat dan sekutu dan mengharapkan kemenangan, ssungguhnya mereka berjuang di balik fatamorgana. Karena sesungguhnya, kemenangan dan kehormatan Islam tidak akan kembali dengan tangan pembunuh dan kriminal dan tidak akan kembali dengan tangan boneka dari barat. Mereka adalah orang-orang yang belum menyerah untuk menusuk kita dari belakang demi mendapatkan keuntungan dari Amerika. Sebaliknya, sesungguhnya kemenangan hanya turun dengan mengikuti perintah Allah -yang Maha Perkasa dan Maha Mulia- dan mengumpulkan kaum muslimin berjuang bersama mujahidin yang benar. Para mujahidin yang jujur, mereka adalah fondasi yang kuat dari umat Islam, yang mana mereka tidak melemah atau menyerah, dengan izin Allah.

Sesungguhnya, kemenangan turun dengan penyatuan masyarakat Sunnah. Karena sesungguhnya, jika mereka bersatu mereka akan menjadi kuat, seperti sebuah bangunan yang kokoh. Dan mereka akan melupakan apa yang sebelumnya terjadi di antara mereka dari kejahatan, dan hati akan bersatu pada kalimat “Tiada yang patut disembah kecuali Allah”.

Kemenangan yang Allah anugerahkan kepada kita di kota Idlib Harus dipertahankan. Misi melestarikan apa yang telah diperoleh melalui kemenangan jauh lebih sulit daripada mencapai kemenangan itu sendiri.

Karena sesungguhnya musuh kita dan orang-orang yang sedang mengintai kita, mereka sedang berjudi atas ketidaksepakatan kita, perpecahan yang terjadi dalam organisasi kita, dan menunggu kita gagal setelah menang.

Dengan demikian, hal ini harus dipertimbangkan dengan cermat. Maka setiap penyebab perpecahan, perselisihan dan kesalahan harus dicabut setelah kemenangan ini, untuk memastikan kebahagiaan kaum muslimin.

Oleh karena itu, kami Jabhah Nusrah ingin mengkonfirmasi bahwa bukan tujuan kami untuk memerintah atau memonopoli kota sendirian dengan mengesampingkan pihak lain. Sebaliknya, tujuan kami adalah agar kota berada di tangan yang dapat dipercaya yang dapat menegakkan keadilan di dalamnya, menghancurkan penindasan, memerintah dengan aturan Allah dan mendirikan Majlis Syura.

Sungguh  Majlis Syura adalah sistem yang terbaik. Sebuah aturan Allah yang Maha Perkasa tetapkan bagi kita. Majlis Syura adalah opini paling pasti, melindungi masyarakat sehingga Allah menuntun mereka pada pendapat yang terbaik dan paling benar.

Kami juga menekankan pentingnya memperkuat posisi dan meningkatkan pelayanan publik dan memberikan pelayanan pada mereka untuk kepentingan kaum muslimin. Selain itu, mereka yang bekerja di sektor pelayanan publik seperti pelayanan kesehatan, listrik, air, roti, komunikasi dan jasa pembersihan harus diatur untuk kembali ke posisi mereka dan melanjutkan pekerjaan mereka.

Keuntungan harus diambil dari pihak eksekutif dan tenaga kerja di dalam kota, dan orang-orang harus diperlakukan sesuai dengan posisi mereka dengan pertimbangan bahwa orang-orang dari Idlib adalah keluarga kita yang memiliki hak persaudaraan dan dukungan.

Sebuah komite pengawas harus dibentuk oleh kelompok-kelompok yang berbeda untuk menilai kondisi para pekerja dan melaksanakan kebutuhan mereka, untuk membantu mereka dalam melakukan tugasnya, untuk memberikan yang terbaik dari kemampuan mereka. Dan mengevaluasi jika mereka gagal dalam hal itu.

Kami menekankan pentingnya membangun pengadilan Syariah secepat mungkin untuk memberikan keadilan pada masyarakat, dan untuk memecahkan perselisihan di antara mereka.

Kepada semua warga sipil dipersilahkan untuk mengajukan keluhan dan permasalahan mereka ke pengadilan ini, bahkan jika hal itu adalah kejadian yang terjadi dari dekade sebelumnya, karena hak tidak memudar dengan berjalannya waktu.

Kami menyerukan pada “Jaiys Al-Fath” untuk tidak bubar setelah bersatu dan tetap keras terhadap musuh-musuh mereka dan penyayang di antara mereka sendiri, mengumpulkan kekuatan mereka untuk mendukung Islam dan kaum muslimin dan terus bergerak maju dengan barakah Allah.

Wahai tentara Islam teruslah maju dalam menaklukkan musuh kalian! Karena sesungguhnya, keluarga kalian masih dikepung di Damaskus, di pedesaan dan di Homs dan Aleppo. Mereka menunggu bantuan kalian, jadi jangan pernah kalian meninggalkan mereka!

Dan kami serukan kepada keluarga kami yang masih terkepung dan mengungsi; bersabarlah kalian wahai kaum yang sangat kami cintai! Karena sesungguhnya, mereka yang jauh lebih baik dari kita juga dahulu pernah dikepung dan kelaparan, mereka adalah Muhammad shalallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Mereka dikepung di lembah Bani Hasyim selama 3 tahun sampai ada diantara mereka hampir tidak bisa menemukan makanan untuk dimakan, dan mereka adalah generasi umat yang terbaik. Dan kaum muslimin di saat itu juga pernah mengungsi ke Al-Habasyah (Ethiopia), melarikan diri dari siksaan orang-orang Quraisy atas mereka.

Kaum muslimin juga pernah menderita melalui kepahitan dalam pertempuran mereka dengan orang-orang kafir Quraisy. Kemudian Islam menyebar ke seluruh dunia dan bangsa-bangsa terkuat pun takluk pada Islam. Allah ingin mengangkat derajat orang ini sehingga ia menguji mereka dan kesabaran mereka. Oleh karena itu, jika kalian sabar dalam perang ini, saya bersumpah demi Allah bahwa Allah akan memberikan kalian kemenangan dan kalian akan mengembalikan kehormatan dan kemuliaan Islam.

Sesungguhnya, kaum muslimin sedang menyaksikan kesabaran dan ketabahan (kalian), karena kemenangan kalian adalah perubahan sejarah untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin. Namun, jika kalian kehilangan kekuatan dan putus asa dalam perang ini, maka saya bersumpah dengan hidup saya, kalian akan merasakan penghinaan yang tak tertahankan dan kalian akan dihadapkan dengan kesulitan yang lebih keras dari apa yang kalian hadapi sekarang. Namun, sungguh tidak ada kehinaan bagi orang-orang yang berjihad, dan sabar dalam melakukan Jihad mereka, dan berusaha untuk meraih kemenangan atas para penindas dan membebaskan diri dari tunduk pada penindasan ini.

Sesungguhnya, kemenangan datang dengan kesabaran.Maka, kepada kalangan yang Setan menyesatkan mereka dan yang disesatkan oleh bisikan konsiliasi (berdamai dengan Rezim); Apa yang telah kita ketahui di antara kebenaran dan kedustaan adalah sia-sia, bahkan kepalsuan. Kebenaran tidak berkompromi sedikit pun kecuali yang berhenti menjadi kebenaran. Cobaan berat ini mengungkapkan sifat asli seseorang, apa yang mereka miliki dari sifat baik dan jahat. Kita harus tetap teguh di jalan ini dan bersabar untuk melalui kesulitan jihad, karena ini hanya membutuhkan sedikit lagi kesabaran sebelum kalian akan melihat pengepungan runtuh, para pengungsi kembali dari tempat mereka mengungsi, anak-anak kembali bahagia,  dan senyum di wajah para anak yatim, barakhirnya duka janda dan orang-orang yang bersedih, bebasnya para tahanan ahlus sunnah, dan bumi Syam akan dibebaskan dari jerat para tiran demi kehormatan kehidupan ini dan akhirat kita, dengan kehendak Allah.

Wahai para tentara Islam! Saya adalah penasihat bagimu jadi dengarkan! Sesungguhnya Allah telah mengutus kita untuk melakukan jihad di jalan-Nya dan kitabNya adalah acuan bersama kita, kitab yang dengannya Allah telah membimbing Nabi kita, jadi jika kaian berpegang teguh dengan itu kalian akan dipandu oleh Allah sebagaimana Nabi kita.

Oleh karena itulah, kita membela agama kaum muslimin, dan darah mereka, kesucian dan harta mereka. Kita sebarkan keadilan di antara mereka dan menyebarkan di antara mereka segala kebajikan, serta membela mereka. Kita mengajak mereka pada kebaikan dan melarang mereka dari kejahatan. Kita tidak boleh lalai dalam kebutuhan ini, karena ini adalah tujuan jihad kita.

Bagi orang-orang yang membawa amanah berat ini, mereka harus mewujudkan karakter yang paling mulia pada diri mereka, yang mana Nabi SAW diutus untuk menyempurnakan hal ini, yakni kejujuran untuk menepati janji dan kesepakatan. Menjadi orang yang memiliki kebesaran hati, yang menghormati orang tua mereka dan tidak membantah mereka, dan menjadi yang terbaik untuk istri dan anak-anak mereka, karena sesungguhnya, yang terbaik dari kalian adalah orang yang terbaik untuk keluarganya.

Ketahuilah bahwa perang memiliki karakter yang tepat, siapa yang menggenggam dengan kuat untuk itu maka akan menang, dan karakter yang baik adalah konstan dalam Islam di masa damai dan juga di waktu perang, dan seseorang telah gagal jika ia hanya bisa memenangkan perang tetapi ia kehilangan karakternya yang baik. Perang tidak menerima segala karakter yang buruk seperti berbohong, kecurangan dan pengkhianatan, bahkan walupun musuh melihat hal ini sebagai hal yang diperbolehkan.

Sesungguhnya, kotoran bukanlah kekuatan dan kebajikan bukanlah kelemahan. Kami hanyalah pemberi bimbingan dan kami bukanlah penindas atau pemungut pajak. Sesungguhnya, kemenangan terbesar yang karenanya kami mengorbankan diri adalah untuk tidak menggiring kaum muslimin menuju kehancuran mereka, dan sungguh itu bukan tujuan dari mujahidin untuk bersikap kasar atau arogan terhadap kaum muslimin di suatu negeri. Jika mereka meraih kemenangan dengan kekerasan dan arogansi seperti itu, maka kaum muslimin tidak akan menerima seruan mereka untuk dibimbing atau tunduk di bawah kewenangan mereka kecuali terpaksa dan dengan hati dengki dan kemudian mereka (mujahidin) tidak akan pernah berhasil.

Sesungguhnya, kita hanya keluar untuk menyeru dengan Islam dan jihad, untuk mengeluarkan para hamba Allah dari kesempitan kehidupan ini dengan luasnya kehidupan dan akhirat. Sesungguhnya. Allah melihat hati kita dan Dia tidak akan memberikan kita kemenangan kecuali jika niat kita tulus. Dan, kehormatan para mujahidin dan para pemimpin (jihad) tidak dapat dicapai karena masyarakat takut pada mereka, melainkan dengan menyediakan keamanan dan melindungi mereka dari penindasan. Dengan mengembalikan hak-hak yang lemah, sehingga kuat akan takut (untuk melakukan penindasan) dan lemah akan aman. Selanjutnya, orang-orang akan berkumpul di sekitar mujahidin daripada melawan mereka, dan mereka akan melindungi kekuatan mujahidin untuk menikmati perlindungan mereka. Tanpa ini, baik mujahidin dan warga sipil akan hilang.

Sesungguhnya, seseorang yang tertipu adalah yang perbuatannya telah menipunya sehingga ia melihat itu sebagai pamrih kepada manusia, sehingga pahalanya pun hilang.

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ أَذًى ۗ وَٱللَّهُ غَنِىٌّ حَلِيمٌ

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” QS. Al-Baqarah: 263

Pidato yang menarik dan pengibaran bendera tanpa tindakan nyata tidak akan menyenangkan Allah atau kaum muslimin. Dengan demikian, si penyeeru dapat dikenali dengan perbuatannya, dan tidak ada penyeru yang ditinggalkan untuk menyebut bahwa ia berada pada kebaikan kecuali bahwa Allah akan mengujinya, sehingga tindakannya yang baik membuktikan atau menyangkal kebenaran seruannya. Kami tidak bisa membuka hati orang-orang untuk melihat apa yang terkandung disana dan kami tidak memuji diri sendiri di atas orang lain. Manusia berasal dari Adam dan Adam berasal dari debu. Kami tidak menilai orang tanpa bukti yang jelas. Allah tidak memberikan kema’shuman bagi siapa pun setelah para Nabi, maka wajar jika ada orang-orang yang melakukan kesalahan meskipun niat mereka murni, dan ada juga orang-orang yang berbicara tentang kebenaran tetapi niat mereka palsu. Dan kami tidak akan menyimpang dari kebenaran dari siapapun yang menyerukan kami kepada kebenaran itu.

Menjadi lebih layak pada kebenaran dan kebijaksanaan adalah tujuan dari orang-orang beriman di mana pun ia merasa dia lebih layak untuk ituitu. Orang-orang telah salah sangka pada para mujahidin jika mereka pikir mujahidin tidak boleh salah, dan jika beberapa di antara mujahidin membuat kesalahan, para pemfitnah menjadikan ini untuk memfitnah agama dan jihad itu sendiri.

Wahai kalian para mujahidin! Sesungguhnya Allah mendukung kalian dengan kekuatan. Dan mungkin kalian juga merasa takut atas para penindas yang kuat, sehingga kalian harus memiliki hati yang lembut yang bisa menjadi tempat berlindung mereka yang lemah dan tempat bersandar mereka yang miskin. Sesungguhnya, senjata yang telah kalian bawa adalah pemberian dari Allah untuk menolong kaum yang tertindas dan untuk berdiri tegak dalam menghadapi penindas. Jadi siapapun yang menggunakan senjata itu untuk keperluan lainnya, maka ia telah gagal dan telah kehilangan kehidupan ini dan akhirat.

Maka berletihlah wahai tentara Islam, sungguh ketidaksepakatan tidak akan memungkinkan kalian untuk menikmati kemenangan, dan tidak memungkinkan kalian untuk tenang selama kekalahan. Karena perbedaan pendapat ini tanpa diragukan lagi hanyalah kesia-siaan dan gangguan dari kebenaran.

Wahai para pemimpin mujahidin! Jangan membatasi pekerjaan anda hanya sebatas urusan garis depan dan mengorganisir batalyon dan pertempuran, yang mana jika pertempuran berakhir pekerjaan anda berakhir pula. Sesungguhnya, orang-orang memiliki hak atas anda. Hak para pengungsi, tunawisma, yang terluka, para janda, anak yatim, serta mereka yang berduka dan lapar. Upayakan untuk membantu orang-orang dengan memenuhi kebutuhan mereka dengan yang terbaik dari kemampuan anda. Hahabiskanlah waktu anda dengan orang-orang yang menderita, mungkin anda bisa merasa penderitaan mereka. Alangkah mengerikan ketika ada orang yang dipercayakan atas urusan kaum muslimin, tetapi tidak berpikir maju melampaui zamannya dan tidak peduli tentang masa depan. Jadi kami saat ini membuka jalan bagi kehormatan Islam dan kemuliaan, dan mendirikan manara untuk tetap melalui era kita dan era mereka setelah kita, tegas dan kuat terhadap apa yang dikehendaki Allah. Dan janganlah seorang pemimpin khawatir pada masa perang tentang siapa yang akan memerintah setelah kemenangan, karena kedaulatan adalah milik Allah dan dia memberikan itu kepada siapa Dia kehendaki.

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” QS. Ali Imran: 26

Dan juga ingatlah selalu kelemahan kalian wahai tentara Islam:

وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِى ٱلْأَرْضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ ٱلنَّاسُ فَـَٔاوَىٰكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِهِۦ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan ingatlah ketika kalian masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi, kalian takut orang-orang akan menculik kalian, maka Allah memberi kalian tempat menetap dan dijadikan-Nya kalian kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kalian rezeki dari yang baik-baik agar kalian bersyukur.” QS. Al-Anfal: 26

Renungkan wahai tentara Islam! Beberapa tahun yang lalu ketika kita tidak bisa melindungi diri dari bahaya dan tidak memiliki sarana untuk membela diri, dan disinilah kita pada hari ini setelah beberapa tahun yang singkat! Kalian telah menjadi kekuatan yang tidak bisa diremehkan, dan Allah telah memberkati kalian dengan penaklukan dan kemenangan. Markas, rumah-rumah dan barak musuh telah jatuh ke tangan kalian! Itu semua karena anugerah Allah, sehingga kita harus selalu mengingat Allah. Ingatlah berakah dan rahmat-Nya atasmu, peliharalah dirimu dengan kerendahan hati di hadapan Allah, dan mintalah Allah dengan ketulusan dan penerimaan.

“Dan Allah telah memenangkan kalian pada Perang Badar saat kalian sedikit jumlahnya, maka bertakwalah kepada Allah dan semoga kalian bisa bersyukur”

Dan doa terakhir kami adalah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga kedamaian, barakah dan rahmat Allah menyertai kalian selalu.