Berikut ini kami terbitkan beberapa fakta tentang ISIS dari seseorang yang pernah berjihad di Khurosan, Irak dan Syam. Ia mengungkapkan informasi tentang Daulah Islam Irak sejak era Abu Mush’ab Az Zarqowi sebelum berdirinya Daulah Islam Irak, ia juga membeberkan tentang bagaimana Daulah berdiri, Daulah di era Abu Umar Al-Baghdadi, di era Abu Bakr Al-Baghdadi dan intrik-intrik yang menyertainya, peran ISI di Syam dan sepak terjangnya yang semakin rusak.

Adapun naskah asli berbahasa arab berjudul :

الحقائق الخافية حول دولة البغدادي

bisa diakses di : http://aljazeeraalarabiamodwana.blogspot.com/2014/04/blog-post_6490.html

Abu Ahmad

Seorang yang telah berjihad di Khurosan, Irak dan sekarang Syam.

Telah dikaji ulang dan diedit oleh Abu Tholhah Malik Ihsan Al ‘Utaibi

Dulu saya berada di Al Qoi’idah, setelah itu saya berbaiat kepada Abu Umar Al Baghdadi rohimahulloh, setelah itu Abu Bakar Al Baghdadi, dan dulu saya membela dan mendukungnya. Namun setelah saya masuk Syam, Alloh menyingkapkan jati dirinya kepada saya.
Oleh karena itu saya kembali kepada jamaah saya yang asli, yakni Al Qo’idah. Dan saya akan mempublikasikan apa yang saya ketahui tentang orang yang keji ini beserta para pendukungnya. Karena demi Alloh kelompok mereka itu bukanlah Daulah, akan tetapi kelompok mereka ini hanyalah gerombolan mafia yang memiliki misi untuk menggagalkan jihad di Syam.

Dan barangsiapa menuduh saya ini berdusta, maka tunggu saja karena esok hari itu tidaklah lama bagi orang yang mau menunggu. Karena saya memiliki hal-hal yang tidak menyenangkan buat kalian wahai para durjana Daulah Baghdadi, karena kalian telah melakukan pembunuhan dan kalian terlibat dalam menumpahkan darah saudara-saudara kami kaum Anshor di Syam dan Irak.

1   Segala puji bagi Alloh, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rosululloh.

  1. Dengan pertolongan Alloh, saya mulai penulisan ini tentang awal keberangkatan saya menuju ke medan jihad dan bagaimana saya bergabung dengan Jamaah Tauhid wal Jihad. Dan saya akan memperinci cerita setelah itu.
  2. Menjelang tahun 2000 saya bergabung dengan Al Qo’idah – semoga Alloh memuliakannya – dan saya berangkat ke Khurosan kemudian menetap di sana sampai peristiwa 11 September yang penuh berkah itu.
  3. Setelah peristiwa 11 Sepetmber kami meninggalkan pos-pos kami, dan saya adalah termasuk salah satu dari 10 ikhwah yang masih hidup pada peristiwa bandara Kandahar, Afghanistan, karena semua ikhwah yang bersama kami terbunuh dan kami sendiri mengalami luka berat.
  4. Kamipun berhasil mendapatkan pertolongan pertama di Afghanistan kemudian setelah itu dievekuasi ke rumah sakit Pakistan dan kami tinggal di sana beberapa saat, sebelum kemudian datang perintah kepada kami agar masuk ke Baluchistan, Iran untuk melanjutkan pengobatan di sana kerena di sana lebih aman.
  5. Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi keluar dari Afghanistan menuju Kurdistan, Irak bersama sejumlah ikhwah yang pada saat itu beliau belum berbaiat kepada Al Qo’idah dan juga belum membentuk Jamaah Tauhid Wal Jihad.
  6. Sampai saat itu saya belum bergabung dengan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi rohimahulloh dan saya hanya ikut Al Qo’idah saja. Setelah saya masuk Baluchistan, Iran, saya tertangkap bersama dengan beberapa ikhwah yang di antaranya adalah: Muwahhid Al Mishri.
  7. Beberapa bulan setelah kami ditangkap, sedangkan kami tidak memiliki dokumen identitas, pemerintah Iran memalsukan passport Irak buat kami, kemudian kami dikirim ke Malaysia karena mereka tidak mau berurusan dengan kami.
  8. Beberapa saat setelah kami di sana kami berhasil menjalin hubungan dengan para ikhwah dan kamipun kembali ke Iran akan tetapi dengan menggunakan passport palsu lain lagi. Sampai di Iran kami mendapatkan passport baru lagi untuk kami gunakan bepergian.
  9. Setelah itu kami berangkat ke Irak sebelum terjadi serangan Amerika dan kamipun masuk Kurdistan tempat Anshorus Sunnah pada saat itu. Ketika itu Syaikh Asy Syafi’i fakkallohu asroh telah memisahkan diri dari Mulla Fatih Krekar Amir Jamaah Anshorul Islam.
  10. Kamipun bergabung dengan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi yang pada saat itu beliau telah memulai pembentukan cikal bakal Jamaah Tauhid Wal Jihad sebelum terjadi serangan Amerika, karena beliau sudah yakin bahwa Amerika bakal menyerang Irak sehingga beliau melakukan persiapan.
  11.  Kamipun mulai melakukan pelatihan dan persiapan sambil terus melanjutkan proses penyembuhan luka-luka yang kami bawa dari Afghanistan sebelumnya. Setelah itu kami keluar dari Irak atas perintah Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi untuk menjalankan program di beberapa Negara sekitar sebagai penghubung.
  12. Serangan Amerika terhadap Irakpun dimulai. Selanjutnya mulailah Sang Singa Tauhid Abu Mush’ab Az Zarqowi menggempur istana-istana kekafiran dari hari kehari. Setelah itu Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowipun mendeklarasikan Jamaah Tauhid Wal Jihad dalam sebuah pesan resmi, selanjutnya semakin kokohlah lengannya.
  13. Kemudian Syaikh Abu Mush’ab berfikir untuk bergabung dengan Al Qo’idah – semoga Alloh memuliakannya – dan meminta pendapat majelis syuronya. Program ini berjalan melalui proses tukar fikiran dan surat menyurat dengan Syaikh Usamah rohimahulloh untuk mendiskusikan masalah ini dengan beliau.
  1. Keuangan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi – Jamaah Tauhid Wal Jihad – mengalami kesulitan seiring dengan meningkatnya pemboikotan para donatur Jazirah Arab kepada Jamaah Tauhid Wal Jihad, sehingga terpaksa Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi menyegerakan baiat.
  2. Setelah Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi berbaiat dengan Al Qo’idah para ikhwah Al Qo’idah di Irak bergabung dengan jamaah barunya sehingga kami menjadi satu jamaah, dan kita memiliki jaringan di beberapa Negara sekitar.
  3. Pada masa-masa itu — masa Syaikh Zarqowi — jamaah kami sangatlah sulit disusupi bagi para intel, baik yang berasal dari dalam Irak maupun dari luar Irak. Karena pada saat itu para komandan jihad itu telah dikenal asal-usulnya dan kelebihan-kelebihannya.
  4. Di mana setiap hari dilakukan hukuman mati kepada informan (penyusup) lantaran sejak dini kedoknya ketahuan, yang selalunya pada saat itu terjadi di tingkat anggota, bukan di tingkat komandan ataupun amir. Karena pada saat itu para amir itu adalah orang-orang yang terpercaya dan memiliki kelebihan-kelebihan, aqidah, kepribadian dan asal-usul yang diketahui.
  5. Sekarang saya akan bercerita tentang kejadian terbunuhnya Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi dan bagaimana kronologi terbentuknya Daulah Islam Irak, bagaimana ia mulai disusupi dan sampai tingkat mana penyusupan itu terjadi.
  6. Beberapa saat setelah Amir kita Abu Mush’ab Az Zarqowi berbaiat kepada Syaikh Usamah bin Ladin — semoga Alloh merahmati beliau berdua —, Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi terbunuh lantaran pengkhianatan seseorang asal Irak yang tertangkap ketika ia berobat.
  7. Saya akan ceritakan secara singkat saja kronologi terbunuhnya Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi karena ini bukan inti dari pembahasan kita, selain itu kami juga telah banyak berbicara mengenai masalah tersebut dan telah selesai. Juga telah dilakukan qishosh terhadap orang murtad yang membocorkan keberadaan beliau. Kemudian setelah Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi digantikanlah oleh Syaikh Abu Hamzah Al Muhajir.
  8. Setelah Abu Hamzah Al Muhajir menggantikan, beliau bekerja tidak sebagaimana manhaj Syaikh Zarqowi dari sisi keamanan, struktur dan pembagian kelompok. Beliau bekerja sebagaimana layaknya kelompok yang memiliki kekuatan dan kekuasaan.
  9. Setelah itu Syaikh Al Muhajir berbaiat kepada Syaikh Abu Umar Al Baghdadi dengan cara yang aneh yang mana beliau adalah orang yang belum pernah dikenal sebelumnya dalam Jamaah baik sebagai komandan besar maupun komandan kecil, akan tetapi dia hanyalah seorang yang biasa-biasa saja.
  10. Al Baghdadi I adalah orang biasa dan bukan komandan. Makanya semua orang heran terhadap Abu Hamzah Al Muhajir ketika ia membaiatnya, padahal apa yang menjadikannya rohimahulloh layak untuk itu?
  11. Berikut surat Syaikh Abu Sulaiman Al ‘Utaibi, Qodli Daulah saat itu yang menjelaskan tentang kondisi mereka, sebelum belum beliau melarikan diri dari Daulah ke Khurosan lantaran beliau diburu untuk dibunuh. Ada di alamat ini http://justpaste.it/do3r
  12. Setelah Daulah diproklamasikan dan dibaiat, berbagai macam orang yang baik maupun yang buruk masuk Daulah dan banyak kelompok Irak yang berbaiat kepadanya.
  13. Dan banyak di antara mereka yang masuk karena mencari jabatan atau untuk melakukan penyusupan kepada Daulah — dan ini yang paling penting.
  14. Maka banyak para perwira desertir tentara Ba’ats Irak yang menampakkan diri bertaubat masuk Daulah. Padahal pada diri mereka masih ada sisa-sisa pemikiran Ba’ats baik mereka sadar atau tidak.
  15. Selain banyak juga kelompok Al Jaisy Al Islami dan Brigade Tsauroh Al ‘Isyrin yang bergabung. Dan di antara mereka ada yang bergabung Daulah atas perintah dari Saudi, dari Suriah, perintah dari ‘Izzat Ad Duri dan Abu ‘Ali Al Kholili.

— ‘Izzat Ad Duri adalah orang nomer 2 di pemerintahan Saddam Husen yang bekerja di kantor wakil pimpinan dewan revolusi. Sebelum itu ia memegang beberapa jabatan yang di antaranya adalah menteri dalam negeri dan menteri pertanian. Setelah terjadi penjajahan Irak ia bersembunyi dan partai Ba’ats Arab Sosialis mengumumkan bahwa ia menjabat sebagai sekjen partai sebagai pengganti Saddam Husen setelah ia dihukum mati ––.

  1. Abu Ali Al Kholili dulunya adalah seorang perwira pada kelompok-kelompok Palestina di Irak pada era Saddam Husen. Setelah ia kembali ke Suriah ia menjalin hubungan dengan intelejen keamanan nasional Suriah untuk menjalankan missi di Irak.
  2. Akibat penyusupan-penyusupan yang sangat mencolok dan perasaan sebagai Daulah yang memiliki kekuasaan serta gaya interaksi dengan kelompok-kelompok lain yang dibangun atas persepsi ini, maka seluruh duniapun bangkit mengeroyok kami dan mulailah muncul shohawat.
  3. Shohawat adalah sebuah sebutan untuk semua yang memerangi kami, baik muslim maupun kafir.

Namun demikian dahulu kami memperlakukan mereka seperti orang-orang kafir, yakni menghalalkan darah dan harta mereka, juga membunuh orang-orang yang ada di sekitarnya dengan alasan tatarrus. Semoga Alloh mengampuni kami.

  1. Oleh karena lemahnya komunikasi, kurang jelasnya pandangan dan misi, lemahnya program yang terorganisir, dan rapuhnya bangunan yang dibangun dengan sistem comot sana-sini ini, maka kamipun tetap yakin bahwa kami berada di pihak yang benar dan kami bersabar dengan kondisi itu.
  2. Semakin kami lemah semakin kuat para penyusup itu mengendalikan kami di lapangan, sehingga kami ini menjadi permainan antara tangan-tangan kelompok Ba’ats dan intelijen Suriah.
  3. Makanya setiap kali habis operasi kita dapati ternyata operasi tersebut menguntungkan satu kelompok atau yang lainnya meskipun secara lahir membela Islam. Banyak peledakan-peledakan yang diarahkan kepada Rofidloh tapi justeru menguntungkan Rofidloh, seperti penangkapan terhadap ratusan pemuda Ahlus Sunnah akibat serangan tersebut.
  4. Setelah itu terbunuhlah Syaikh Abu Hamzah Al Muhajir dan Syaikh Abu Umar Al Baghdadi. Sebagaimana yang disebutkan oleh wikileaks Daulatul Baghdadi, hal itu menggoncang seluruh Daulah karena sebagian besar pemimpinnya ikut terbunuh. Kemudian dipilihlah Abu Bakar sebagai Amirul Mukminin dengan cara yang sangat buruk.

35.Pemilihan Abu Bakar Al Baghdadi ini dilakukan dengan cara yang lebih buruk daripada sebelumnya, karena dia bukanlah orang yang kami kenal juga bukan orang yang dikenal oleh mayoritas ikhwah di jajaran pimpinan.

— Abu Du’a’ As Samurro’i (yang mengaku sebagai Abu Bakar Al Baghdadi ) —

Dikarenakan ketatnya sistem keamanan dan lemahnya komunikasi, masing-masing orang menyangka bahwa yang memilihnya adalah si Fulan.

  1. Saya tidak pungkiri, bahwa setelah diangkatnya Abu Bakar Al Baghdadi kami mengalami lompatan yang besar. Akan tetapi seperti biasa, lompatan itu justeru menjadi jebakan dan kuburan bagi kami sendiri. Seringnya dikompiri akan mengakibatkan ledakan, sedangkan Amir kita yang satu ini adalah orang yang pandai ngompori.
  2. Setelah itu atas taqdir Alloh terjadilah revolusi di Syam yang penuh berkah, yang mana hal itu menjadi kabar gembira dan pertanda baik bagi kami.

Datang perintah dari Syaikh Aiman Adh Dhowahiri untuk membentuk sebuah kesatuan dan mengirimkannya ke Syam, maka lahirlah Jabhatun Nushroh.

  1. Terjadilah kesepakatan dengan Abu Muhammad Al Jaulani ketika keberangkatannya ke Syam khusus mengenai gambaran program dan tata cara berinteraksi dengan penduduk Syam, serta menghindari kesalahan yang sudah-sudah.

Saya akan jelaskan tentang masalah ini pada saatnya nanti.

  1. Siapakah Abu Bakar Al Baghdadi, penguasa Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) ini?

Dan bagaimana ia dapat mencapai jabatan yang dia pangku sekarang?

Saya akan menceritakannya secara detail dan lengkap dengan tanggal dan tempatnya.

  1. Dia adalah Ibrohim bin ‘Awadl Al Badri berasal dari kabilah Al Bubadri, dilahirkan di Samarra dan tinggal di sana. Dan Alloh Mahatahu bahwa saya telah berusaha meneliti nasabnya dan telah menanyakannya kepada orang-orang sholih dan orang-orang yang jujur, setelah itu saya meragukan nasabnya untuk beberapa waktu.
  2. Saya semakin ragu-ragu ketika saya mengetahui bahwa lembaga pemurnian nasab Al Alawi Asy Syarif yang dituduh berpaham Syi’ah, mengatakan bahwa Al Bubadri itu bukanlah dari Quraisy dan bukan pula dari Ahlul Bait (keturunan keluarga Nabi).
  3. Sampai suatu saat Alloh memberikan petunjuk kepada saya berjumpa dengan seorang ikhwah mujahid yang ahli masalah nasab, dia menegaskan kepada saya bahwa Al Bubadri dan orang-orang suku Badar itu bukanlah Ahlul Bait, bukan pula dari suku Quraisy. Dengan begitu maka kawan kita satu ini bukanlah Baghdadi (dari Baghdad), bukan pula Qurosyi (keturunan Quroisy) apabali Ahlul Bait (keturunan keluarga nabi).
  4. Adapun jenjang pendidikannya, yakni jenjang pendidikan Abu Du’a’ As Samurro’i (yang berdusta mengaku Abu Bakar Al Baghdadi) ini, dulunya dia studi di Universitas Islam Saddam Husen. Memang dia pernah mengajukan disertasi ilmu Tajwid, namun sama sekali dia belum meraih gelar tersebut.
  5. Dengan begitu, dia itu bukan seorang Doktor Syariah, bukan pula Baghdadi, bukan pula keturunan Al Hasan maupun Al Husain. Akan tetapi yang terjadi adalah bahwa gelar Quraisy — Kulaisy — itu disematkan untuk siapa saja yang menjadi Amir ISIS, bukan sebaliknya. Inilah salah satu kedustaan ISIS.
  6. Amirul Mukminin yang mereka klaim ini, yang sekarang bersikap kasar terhadap penduduk Suriah ini, dulu melarikan diri dari Irak pada awal Amerika melancarkan serangan ke Irak. Lalu ia tinggal di Damaskus, tepatnya di As Sayyidah Zainab selama tiga tahun sampai 2006.
  7. Tiga tahun tinggal di Suriah sebagai orang yang lari dari jihad Irak, yang mana tiga tahun ini adalah tahun-tahun perekrutan informan Suriah untuk melawan jihad Irak, sehingga mayoritas orang yang ditangkap pada saat itu adalah ibarat binaan tentaara.
  8. Di antara kawan Al Baghdadi yang paling akrab ketika di As Sayyidah Zainab adalah Abu Faishol Az Zaidi, seorang sepupu Mu’adz Ash Shofuk agen pemerintah Suriah. Juga Abu Al Qo’qo’ II, dia inilah yang memperkenalkan Mu’adz kepadanya.

— Mu’adz Ash Shofuk (pendukung fanatik ISIS) —

  1. Abu Bakar Al Baghdadi kembali ke Irak tahun 2006. Sementara Al Baghdadi ini, suami saudara perempuan istrinya adalah pemimpin kelompok Anshorut Tauhid yang berafiliasi kepada Jaisyul Mujahidin Irak.
  2. Suami saudara perempuan istrinya ini adalah orang yang taat beragama dan memiliki ketaqwaan, dan Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqowi juga mencintai dan menghormatinya. Namun As Zarqowi sama sekali belum pernah bertemu dengan Abu Bakar Al Baghdadi, karena beliau terbunuh ketika Al Baghdadi masih di Damaskus.
  3. Abu Bakar kembali ke Irak dan tidak bertemu dengan Az Zarqowi karena beliau telah terbunuh. Namun dia bertemu dengan Syaikh Muharib Al Juburi rohimahulloh karena beliau mengnalnya pada saat di Damaskus, sebab Syaikh Muharib pernah berkunjung ke Damaskus beberapa kali.
  4. Setelah sebagian dari Jamaah ini berbaiat kepada Daulah, setelah proklamasi Daulah, Abu Bakar Al Baghdadipun berbaiat kepada Daulah dan bekerja bersama Syaikh Muharib Al Juburi. Tidak lama kemudian ia ditangkap dan dipenjara untuk beberapa tahun.
  5. Setelah masuk penjara ia berkonfrontasi dengan pemikiran para ikhwah di penjara karena memang sebelumnya Abu Bakar Al Baghdadi ini terdidik dalam didikan shufi-asy’ari — seperti pendidikan di universitas Islam Saddam Husen —, sehingga dia tidak mengenal sedikitpun apa itu hakimiyah apa itu dlowabitut takfir.
  6. Setelah keluar penjara — tentu saja tidak lama, karena memang dia tidak kenal siapa-siapa dan tidak dikenal siapa-siapa, juga karena dia dipenjara ketika baru sampai Irak.

Iapun kembali bergabung dengan Daulah.

  1. Abu Bakar Al Baghdadi ditugaskan sebagai pusat pengiriman surat Daulah, dengan cara nanti ada seorang ikhwah datang membawa surat dan melemparkannya di pekarangan rumahnya lalu ada seorang ikhwah lainnya yang mengambil darinya tanpa dia tahu dari kedua belah fihak ikhwah tersebut.
  2. Pada masa itu juga ada yang bebas dari penjara, dua orang staf brigadir militer, Muhammad An Nada Al Juburi asal desa Shodiroh yang memiliki nama gelar Ar Ro’i. dan yang kedua adalah Samir Abad Muhammad Hajji Bakar, anggota pimpinan firqoh partai Ba’ats, yang kemudian binasa di tangan seorang ikhwah mujahidin Suriah.

— Hajji Bakar —

NB: Hirarki kepemimpian partai Ba’ats Irak terdiri dari 4 tingkatan:

Kholiyah: terdiri dari minimal 3 orang,

Firqoh: terdiri dari 3 sampai 7 kholiyah,

Syu’bah: terdiri dari minimal 2 firqoh,

Far’u: terdiri dari minimal dua syu’bah. –pnerj.

  1. Pada saat itu panglima angkatan perang Daulah Islam Irakpun diserahkan kepada Ar Ro’i.

Lalu ia mengangkat teman seangkatan dan separtainya, Hajji Bakar, sebagai wakilnya. Tidak lama kemudian Ar Ro’i terbunuh.

  1. Sebelumnya Syaikh Abu Umar Al Baghdadi dan Syaikh Abu Hamzah Al Muhajir telah mengenal secara pribadi Ar Ro’i akan tetapi untuk Hajji Bakar, beliau berdua sama sekali belum pernah bertemu. Setelah Ar Ro’i terbunuh jabatannya diserahkan kepada Hajji Bakar.
  2. Mereka serahkan kepemimpinan pasukan Daulah kepadanya atas amanat dari Abu Hamzah Al Muhajir padahal mereka tidak mengenalnya selain dari rekomendasi Ar Ro’i, sebabnya adalah karena Syaikh Abu Umar dan Syaikh Abu Hamzah benar-benar terpisah dari orang lain lantaran tuntutan keamanan.