Alloh SWT Berfirman :

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

(QS. At Taubah[9]: 20)

Hijrah bukan hanya non kooperatif. Meskipun secara politik Hijrah itu hampir sama dengan Politik Non Kooperatif, sama-sama menolak bekerjasama dengan pemerintah kafir yang berkuasa saat itu. Akan tetapi keduanya mempunyai filosofi gerakan yang jauh berbeda.

Politik Non Kooperatif memandang Pemerintah suatu Negara yang menerapkan sistem Thoghut
tidak menjadikan Negara itu Thoghut. Artinya, meskipun secara realita mereka itu non kooperatif, mereka tidak memasukan dalam agenda gerakannya untuk mengganti Negara lama dengan Negara baru, jadi yang dihadapi hanyalah Pemerintah (person pelaku kekuasaan) dan system politiknya saja. Sedangkan Politik Hijrah memandang bahwa, Negara dan pemerintah Negara tersebut merupakan satu kesatuan. Sehingga jelas sekali bahwa jika pemerintahan suatu Negara dianggap Thoghut, maka selain menolak ketaatan politik tehadap Negara tarsebut, lebih jauh lagi pelaku politik hijrah dalam ideologinya juga mewajibkan membentuk kekuatan politik tandingan untuk menghadapi Negara Thoghut hingga suatu saat Negara tersebut mengambil alih dengan menghilangkan baik pemerintahnya, sistem hukumnya, juga Negaranya Yaitu dengan memunculkan Negara yang dianggap mewakili sepenuhnya kekuasaan Allah (Mulkiyah Alloh) dimuka bumi ini..

Adapun secara teknis gerakan, Non Kooperatif murni merupakan gerakan politik, dibatasi dengan propaganda, gerakan massa, dan memenangkan kekuasaan baik melalui system Demokrasi (Pemilu), atau melakukan kudeta bila perlu. Sedangkan Ideologi Politik Hijrah merupakan gerakan yang komprehensif & tersistematis sesuai dengan gerakan politik kenegaraan yang tidak hanya dalam penghimpunan Massa, akan tetapi dilanjutkan dengan membentuk sebuab Basis Teritorial selayaknya sebuah Negara, yang dilengkapi kekuatan Militer, yang pada akhirnya gerakan secara bertahap berubah dari gerakan propaganda Politik (Pembinaan Iman), kemudian gerakan Massa (Hijrah), dan terakhir adalah gerakan Militer (Jihad). Yang kesemuaanya terjadi secara sistematis melalui fase demi fase yang telah ditentukansebagaimana Rosulullah pun telah mencontohkan..
Wallohu A’lam..