A. Makna Kepemimpinan

Maksud dari pembahasan leadership atau kepemimpinan dalam materi ini adalah sesuatu atau beberapa hal yang berkaitan dengan seni, teknik, system dan cara seseorang dan atau sekumpulan pimpinan dalam memimpin lembaga daulah Islamiyyah berjuang

Memimpin merupakan suatu usaha dalam upaya mewujudkan keinginan, visi dan misi lembaga negara dan ummat dengan cara membangkitkan rasa hormat, kepercayaan dan kerjasama sepenuhnya dari lembaga dan ummat yang dipimpin.

Pemimpin atau Imam adalah seseorang yang bertugas untuk melakukan bagaimana cara memimpin lembaga negara berjuang untuk mencapai visi dan misinya menuju pantai harapan mardhotillah. Sedangkan jajaran pimpinan adalah sekelompok orang yang bertugas sebagai perpanjangan tangan Imam negara dalam melaksanakan sebagian tugas pemerintahan dibawah kendali dan koordinasi Imam.

Yang dipimpin adalah lembaga negara dan sekelompok orang/ ummat yang menjadi tanggungjawab pemimpin dalam upayanya untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama sesuai dengan sifat fitriyah insaniyyah sebagai makhluk dan hamba Alloh secara sistematis dan terkendali.

Seorang pemimpin dan atau pimpinan yang berani menerima tanggungjawab, berarti bahwa dirinya akan selalu berusaha untuk memperhatikan dan mendahulukan kesejahteraan yang dipimpinnya sebelum kesejahteraan dirinya sendiri, karena tugas utama dari seorang pemimpin negara adalah menyelesaikan misi dan visi negara, yang kedua adalah kesejahteraan ummatnya dan baru kemudian kesejahteraan dirinya sendiri.

B. Dasar-dasar dan syarat-syarat kepemimpinan

Pemimpin yang baik berdasarkan beberapa ayat Al Quran dapat disimpulkan bahwa “kredibilitas ideal” aparat NKA-NII mulai dari tingkat atas sampai dengan tingkat bawah (yang merupakan perpanjangan dengan Imam), antara lain sebagai berikut:

  1. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat dapat ditaati bila ia dapat dipercaya (Qs. 81:21)
  2. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat tidak ambisius (tidak gila jabatan, tidak gila hormat, tidak merasa super dan lain-lain) (Qs. 81:22)
  3. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat berupaya untuk memiliki kemampuan melihat kedepan lebih dulu secara tajam dan komprehensip (Qs. 81:23)
  4. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat rajin (tidak bakhil) senantiasa membimbing ummat ke arah program NKA-NII secara prediktif dab periodik (Qs. 81:24)
  5. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat senantiasa memberikan keyakinan secara ilmiah dan faktual bahwa program NKA-NII bukan merupakan program syaithon (meniru-niru program musuh) dan bukan program yang menguntungkan pihak musuh (Qs. 81:25)
  6. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat senantiasa memberikan pengarahan kepada ummat tentang pelaksanaan program NKA-NII yang dilengkapi dengan juklaknya secara jelas dan terperinci (Qs. 81:26)
  7. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat senantiasa berupaya untuk menjelaskan dan menegaskan bahwa undang-undang NKA-NII adalah merupakan karunia Alloh bagi alam semesta (Qs. 81:27)
  8. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat senantiasa menegaskan bahwa bagi orang-orang yang ingin menempuh jalan yang lurus harus mengikuti program Alloh, program Rosululloh dan program NKA-NII dengan langkah-langkah dan tahapan-tahapan kerja yang selaras (Qs. 81:28)
  9. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat harus tegas dan elastis dalam mengarahkan ummat untuk selalu menyesuaikan diri pada UUD NKA-NII yakni Al Quran, As Sunnah, Qonun Asasi, Strafrecht dan Pedoman Darma Bakti (Qs. 81:29)
  10. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat harus bersikap lemah lembut, pemaaf, mau bermusyawarah, memiliki tekad yang bulat dan tawakkal kepada Alloh (Qs. 3:159)
  11. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat harus mengikuti apa-apa yang diturunkan dari Alloh dan Rosul-Nya dan tidak membawa ummat kepada kesesatan (Qs. 7:3)
  12. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat harus menyampaikan amanat kepada yang berhak, bersikap adil (Qs. 4:58) dan taat kepada Alloh (Qs. 4:59)
  13. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat tidak mengutamakan kekafiran atas keimanan (Qs. 9:23)
  14. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat tidak meniru-niru sifat dan tabi’at yahudi dan nasrani (Qs. 5:51)
  15. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat bukanlah orang-orang yang memperlakukan undang-undang NKA-NII sebagai buah ejekan dan permainan (Qs. 5:57)
  16. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat bukanlah orang-orang yang buta mata hatinya (Qs. 17:71-72)
  17. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat gemar mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat (memiliki disiplin tinggi) menunaikan zakat dan hanya kepada Alloh lah mereka tunduk berserah diri (Qs. 21:73)
  18. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat berjiwa sabar (dalam menegakkan kebenaran sebagai manifestasi dari keyakinan mereka terhadap ayat-ayat Alloh (QS. 32:24, 28:5)
  19. Imam, pimpinan, komandan dan para aparat senantiasa memimpin ummat kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus (Qs. 79:19, 46:30)

Syarat-syarat kepemimpinan selain yang tersebut diatas, dapat pula kita mengambil contoh dari sifat-sifat Nabi Muhammad Rosululloh SAW sebagai seorang pemimpin panutan ummat. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa beliau memiliki sifat-sifat dan karakter sebagai berikut:

1) Amanah (dapat dipercaya) karena:

  • Sehat jasmani dan rohani
  • Memiliki rasa percaya diri dan loyalitas yang tinggi
  • Selalu menjaga kejujuran
  • Bijaksana, Adil, dan tidak ambisi jabatan
  • Transformatif atas segala keberadaan ummat
  • Lemah lembut, pemaaf dan mau diajak bermusyawarah
  • Gemar mengerjakan kebajikan
  • Selalu berjalan pada jalan yang lurus
  • Sabar, tenang, Emosinya benar-benar didasarkan pertimbangan yang matang

2) Fathonah :

  • Antusiasme dan komitmen dirinya
  • Pintar, cerdik, cermat, kreatif, terampil dan berpikir strategis
  • Berpandangan jauh kedepan
  • Memiliki daya pikir yang kuat dan menguasai situasi
  • Mampu memprediksi masa yang akan datang
  • Mampu menjual ide atau gagasan secara profesional
  • Memiliki wawasan perjuangan yang luas
  • Mampu mengenal keberadaan ummatnya
  • Decision makingnya (membuat keputusan) cepat dan tepat

3) Shiddiq:

  • Benar dalam tutur kata
  • Benar dalam gerak kegiatannya
  • Mahir dalam bidangnya
  • Mengetahui kemampuan dirinya
  • Mampu menciptakan kerjasama
  • Mau membantu orang lain

4) Tabligh:

  • Kemampuan membangun human relation
  • Kemampuan berkomunikasi dengan baik dan benar
  • Kemampuan menerangkan keberadaan masa datang
  • Kemampuan mengarahkan ummat
  • Kemampuan membimbing ummat
  • Kemampuan memotivasi ummat
  • Kemampuan memberikan keyakinan secara ilmiah dan faktual

5) Syaja’ah:

  • Keberanian dan kesabaran dalam menegakkan prinsip kebenaran
  • Keberanian mendahulukan prinsip daripada prasangka
  • Kemampuan mengatasi rasa takut dan khawatir
  • Ketegasan dan elastisitas dalam mengambil sikap dan keputusan
  • Keberanian terhadap hubungan inter personal
  • Keberanian untuk mengetahui ketidaktahuan
  • Keberanian merubah pikiran
  • Keberanian menunjukkan integritas yang tinggi
  • Keberanian untuk bekerja lebih keras dalam mencapai sesuatu
  • Keberanian untuk tidak mementingkan diri sendiri
  • Keberanian memikul semua persoalan tanpa ragu-ragu

C. Tugas dan tanggungjawab seorang pemimpin

  1. Setiap kamu adalah pemimpin
  • Kemampuan memimpin diri
  • Kemampuan memimpin keluarga
  • Kemampuan memimpin lembaga
  1. Tugas dan tanggungjawab sebagai komandan
  • Terhadap Alloh
  • Terhadap Rosululloh
  • Terhadap pasukan
  1. Tugas dan tanggungjawab sebagai pemegang kendali pemerintahan
  • Terhadap Alloh
  • Terhadap Rosululloh
  • Terhadap lembaga (Dewan Imamah dan Majelis Syuro)
  • Terhadap staf langsung
  • Terhadap staf tidak langsung
  • Terhadap ummat yakni;

– Tugas dan tanggungjawab pelayanan

Tugas dan tanggungjawab penerangan

–  Tugas dan tanggungjawab pendidikan dan pembinaan

– Tugas dan tanggungjawab pembangunan dan pengembangan

– Tugas dan tanggungjawab pengamanan

D. Yang dapat menimbulkan problem kepemimpinan

  1. Ingkar daripada bai’at yang telah dinyatakannya
  2. Tidak bertanggungjawab atas keberadaan ummat
  3. Tidak bersungguh-sungguh dan lalai menunaikan tugas kepemimpinannya
  4. Sikap kepemimpinannya diluar dan keluar daripada kepentingan Islam
  5. Tidak mau berkorban demi tegaknya kalimah Alloh
  6. Tidak mau mempertahankan berdirinya NKA-NII
  7. Berkkhianat dan berbuat noda atas ummat Islam bangsa Indonesia
  8. Terlalu ambisius, merasa paling tahu, paling pintar dan licik
  9. Bersikap kaku, sombong dan tidak peka terhadap ummat
  10. Tidak menguasai tugas dengan baik
  11. Tidak dapat memilih dan memimpin staf dengan baik
  12. Tidak mau dan berupaya untuk berpikir startegis
  13. Terlalu menggantungkan diri kepada orang lain
  14. Selalu cari selamat dan memimpin dengan cara menakut-nakuti
  15. Sibuk tetapi tidak jelas kemana tujuannya
  16. Tidak mempercayai orang lain
  17. Selalu mengisolasi diri dan kurang motivasi
  18. Menggunakan teknik kepemimpinan yang keliru
  19. Ketidak tegasan seorang pemimpin
  20. Sikap otoriter seorang pemimpin
  21. Aparat dan ummat terjebak dalam bersikap terhadap seseorang sebagai pemimpin dan terhadap seorang sebagai pribadi karena tidak mengetahui dan tidak memahami perbedaan keduanya

E. Kunci sukses kepemimpinan

  1. Adaptability (penyesuaian)

Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan kemampuan mengadaptasi suatu perubahan ke arah yang lebih baik

  1. Commitment (kesediaan untuk melibatkan diri)

Komitmen merupakan daya magnet bagi lahirnya komitmen ummat dan sebagai salah satu penentu keberhasilan dalam memimpin lembaga dalam mencapai tujuan-tujuannya

  1. Communication (komunikasi)

Komunikasi yang baik dan efektif akan menghasilkan kerjasama yang sukses

  1. Decision making (membuat keputusan)

Keputusan adalah sesuatu yang sangat vital dalam menentukan arah kebijakan Imam dalam berbagai hal

  1. Foresight (mengetahui lebih dahulu/ melihat kedepan)

Konsisten berorientasi ke masa depan agar dapat selalu sukses di alam perubahan dunia yang begitu cepat. Berusaha untuk selalu dapat melihat sesuatu yang akan datang agar dapat melakukan persiapan yang matang

  1. Creativity (mencipta/ menghasilkan)

Kemampuan mengidentifikasi permasalahan, pengumpulan informasi dan berpikir aktif, dapat menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi agama

  1. Evaluation (penilaian)

Kejelasan deskripsi atas objek yang akan di evaluasi (seseorang, tempat atau situasi), penyusunan daftar standarisasi, perbandingan objek, dan standarisasi dan menentukan bagaimana tindak lanjutnya dimasa mendatang

  1. Independent (berdikari)

Kemandirian, self disciplined, self motivatif yang dapat menimbulkan keberanian untuk mengambil keputusan secara cepat dalam suatu pekerjaan atau masalah

  1. Be A Team Player (Regu pemain)

Kesamaan tingkat kontribusi dalam team. Kesediaan membantu dan meminta bantuan bila memerlukan. Keyakinan akan visi dan misi lembaga. Kesadaran posisi, fungsi dan peranannya dalam lembaga. Kemampuan mengemukakan ide-ide, memberikan saran dan kritik yang membangun secara terbuka. Kesediaan menerima komentar dan pendapat orang. Kemampuan menganalisa setiap konflik yang terjadi dan memberikan solusinya dengan cepat, tepat secara tersusun dan terstruktur. Parsitifatif dalam mengambil keputusan. Menghormati kesuksesan team work dan diri sendiri

  1. Value Added Yourself (Penilaian pribadi)

Kesuksesan meningkat bila mengetahui apa yang harus dilakukan. Melakukan “sentuhan manusiawi”. Memanfaatkan setiap kesempatan yang datang. Mendeteksi faktor-faktor pendorong motivasi anggota team.