Banyak diantara umat islam bangsa Indonesia saat ini menolak NKA NII (meskipun mereka menghendaki berdirinya Negara Islam) dikarenakan sepak terjang NII kw 9 yang lebiih dikenal NII Zaytun. Kebanyakan dari Rakyat Indonesia adalah awam terhadap NII, hingga Propagandais Republik memblow up sepak terjang Panji Gumilang ini seolah-olah inilah NII. Beberapa hal yang membuat umat islam secara umum menolak NII yang diakibatkan oleh kesesatan Panji Gumilang :

  1. Takfir, mereka mengkafirkan siapapun diluar golongan mereka.
  2. Fa’I, mereka memakai syari’at Fa’I tidak sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah Rosulullah, (Fa’I adalah rampasan perang yang didapatkan dari musuh, dengan tidak melalui peperangan frontal dikarenakan musuh menyerah terlebih dahulu), mereka menggunakan Fa’I untuk menghalalkan harta diluar golongan mereka.
  3. Sholat, mereka menafsirkan Akimus Sholah sebagai Akimuddien, menegakan agama. Jadi melaksanakan perintah/pekerjaan Negara sama seperti Sholat, sehingga banyak aparatur NII kw9 tidak melakukan sholat.
  4. Infaq, Panji Gumilang menggunakan jargon Infaq untuk mengumpulkan harta dari umat sebanyak-banyaknya. Melalui tekanan dan doktrin berbagai ayat infaq (yang direalisasikan tidak sesuai Sunnah Rosulullah). Hingga banyak umat yang melakukan akhlat tidak terpuji demi mendapatkan dana untuk disetorkan sebagai infaq.

Masih banyak kesesatan yang dilakukan Abu Toto/Panji Gumilang, yang empat poin diatas hanyalah yang paling populer. Ada dua momen penting dimana saya menyaksikan dan hadir di sana, yang pertama adalah ketika daerah Banten dan Jakarta sebagian besar umatnya menolak kepemimpinan Abu Toto, yang kedua adalah ketika Para Pimpinan Faksi melakukan pertemuan seluruh wilayah (3 KPWB) tahun 1997, salah satu poin kesepakatannya adalah Jaringan Abu Toto dan siapapun yang bersamanya tidak lagi dijadikan sebagai warga NKA NII. Maka secara hukum Negara, sepanjang Abu Toto menyatakan dirinya sebagai NII (bahkan Imam), dia telah melakukan penistaan Negara, Pendustaan, Penghianatan kepada Negara Karunia Allah ini. Dia telah merampok dana umat (Qirodh), melanggar Starcflech (masalah Sholat, Infaq, Shaum, dan syari’at islam lainnya), melanggar MKT (Maklumat Komandemen Tertinggi), dan seluruh perundang-undangan lainnya. Dan dosa terbesar Panji Gumilang terhadap Negara adalah bahwa dia telah menjadi agen ganda BIN, sebuah pembusukan sistematis kerjasama dirinya dengan NKRI untuk menyingkirkan mujahidin NKA NII yang bersebrangan dengan dirinya dalam penguasaan Negara dengan jalan kotor.

Sepak terjang Abu Toto/Panji Gumilang ini tidak menjadikan saya menjadi pesimistik berjuang menggunakan bendera NKA NII. Tidak menjadikan saya menolak berada didalamnya (beberapa pimpinan/komandan terjebak dalam kondisi ini sehingga mereka “mati suri”), ada beberapa alasan penting mengapa saya malah lebih optimis dan bahkan lebih merasa berkewajiban untuk tetap didalamnya (NKA NII) :

  1. Penyelamatan Negara dan ummat, baik system yang ada didalamnya ataupun nama baik Negara dimata Umat Islam Bangsa Indonesia.
  2. Kasus NII Zaytun malah lebih merapatkan barisan antar faksi yang sebelumnya saling mencurigai, karena terungkapnya infiltran NKRI di NKA NII. Dan dijadikannya sebagai musuh bersama.
  3. NII Zaytun telah membangkitkan kebencian warga NKA NII terhadap NKRI (terutama aparat militer dan BIN) dan akhirnya lebih berhati-hati serta meningkatkan contra Intelegen.