Kenapa harus NII?

Pertanyaan ini akan saya bawa ke ranah personal, pertanyaan individu yang dijawab secara individu. Maka anda tidak akan mendapatkan hujah tentang Negara Islam atau Daulah Islamiyah, karena secara jumhur ulama semua mahzab menyetujui tentang syarah sah keberadaanya dalam hal implementasi syari’at, termasuk dua golongan terbesar (Sunni dan Syi’ah) tidak berbeda pendapat tentang kewajiban mendirikannya (kecuali dalam hal “Imamah” keduannya mempunyai pendapat berbeda). Tentunya tidak termasuk sebagian kaum Tariqat/sufi, Zindiq, dan Ashobiyah, yang cenderung memisahkan paradigm politik dengan agama.

Kenapa harus NII? Pertanyaan ini akan selalu muncul dalam benak Umat Islam Bangsa Indonesia, baik mereka yang Loyal kepada NKRI, atau para penentang NKRI (Tandzim-tandzim Jihad dan Harokah Islamiyah di Indonesia), bahkan dari Warga NII itu sendiri.

Keputusan untuk menjadi Warga Negara NKA NII adalah keputusan yang paling tidak popular bagi Umat Islam Bangsa Indonesia, sebuah keputusan yang sangat riskan (penuh dengan resiko), aneh, dan sepintas sangat tidak menguntungkan, baik secara materi, gerakan (bagi yang telah menjadi anggota salah satu Harakah), ataupun secara social. Akan tetapi pada kenyataannya setiap tahunnya warganya semakin bertambah dan diantara mereka banyak pula yang kemudian keluar. Dan tidak sedikit dari mereka menolaknya, dari mulai para Nasionalis Sekuler, organisasi Islam (dimana Islam adalah ideology organisasi mereka) hingga Tandzim/harokah Islam yang mana mereka sama sekali tidak menolak (bahkan memperjuangkannya) konsep Negara Islam.

Tapi Kenapa Harus NII? Pertanyaan ini selalu menghujam dada saya terutama saat-saat Amal Jama’I mengalami permasalahan baik internal maupun eksternal, saat saya sendiri dalam renungan, saat berbagai alternative muncul dengan konsep-konsep baru yang menjanjikan disertai hujah-hujah untuk menguatkannya. Pertanyaan ini seharusnya di biasakan pula dipertanyakan oleh para kader NII pada dirinya sendiri, hingga jawaban yang matang dengan dasar Ideologi kuat (melalui Hujah-hujah syar’i) akan menjadi pijakan mantap dalam berjalan membela Agama Allah ini melalui NII.

Dan setiap pertanyaan ini muncul, hingga akhirnya saya mencari cari alasan dan Hujah yang bisa menolaknya (untuk bisa keluar dari NII), maka pada kesimpulan akhir, jawabannya tetap sama. Bahwa Saya akan tetap setia pada NII hingga Allah SWT memberhentikan tugas saya dI Negara ini (sebagai Syuhada).

 

10 Alasan kenapa saya tetap setia pada NKA NII (dimana dengan alasan yang sama mereka menolak dan/atau keluar dari NII)

  1. NII kalah Perang dari NKRI (1962/1965), NII hanya tinggal sejarah, NII hanyalah Gerakan Sakit Hati para petualang politik yang menggunakan Agama sebagai cara mendapat simpati.
  2. NII terpecah menjadi beberapa Faksi dengan Komando masing-masing
  3. NII banyak disusupi Intelegen
  4. NII tercemar akibat ulah KW 9 (Panji Gumilang) dengan Warganya yang Inkar Sunnah dan berakhlak buruk
  5. NII tidak mempunyai Imam (yang diakui oleh seluruh Faksi)
  6. NII tidak mempunyai Teritorial (Tempat diberlakukannya Hukum) sehingga diragukan makna NII sebagai Daulah/Negara
  7. NII mempunyai banyak Ulama dengan latar belakang Aliran Keislaman yang berbeda
  8. NII terlalu Radikal, Foundamentalis, dan Penyebar Teror
  9. NII Terlalu Eksklusif
  10. NII sudah banyak dari komandannya merubah orientasi gerakan dan membentuk Tandzim Baru