Struktur Kultur dan Figur

Struktur, kultur dan figur merupakan tiga komponen yang saling integral satu dengan yang lainnya. Dalam ajaran Islam tiga komponen tersebut sangat dibutuhkan dan tidak boleh dipisahkan. Rasulullah SAW sendiri dalam berdakwah di Mekkah, beliau tidak hanya menitik beratkan kepada masalah kulturnya saja tetapi juga membuat struktur bawah tanah yang tidak diketahui oleh musuh-musuhnya di Mekkah. Yang mana tentunya struktur yang dibuat oleh Rasulullah di Darul Arqam sangat jauh berbeda dengan struktur yang dibuat oleh Abu Lahab dan Abu Jahal yang ada di Darun Nadwah. Kalau struktur yang dibuat oleh Rasulullah adalah struktur haq di bawah naungan wahyu, sedang struktur yang dibuat oleh Abu Lahab dan Abu Jahal adalah struktur bathil di bawah naungan “ra’yu”.

Pertanyaannya adalah untuk apa Rasulullah SAW membuat struktur di dalam berdakwah? Jawabnya  ialah:

  1. Keniscayaan realitas umat yaitu berjalannya sebuah pemerintahan Islam dalam struktur yang konstitusional. (QS.An Nisaa:58-59).
  2. Tergalangnya kekuatan dana dan daya (QS.Al Israa:6).
  3. Hubungan diplomatik inter insuler yaitu hubungan diplomatik internasional dan hubungan diplomatik tingkat Negara (QS.Al Maaidah:2).
  4. Penyebaran kantong-kantong gerakan yang meliputi tenaga dinamisator (QS.At Taubah:122), dan tenaga stabilisator serta tenaga dana yakni dengan cara melakukan kontak dengan para mujahid lainnya, membangun kembali harapan mereka yang telah pupus, dan diigugah dengan fakta dan memelihara patok-patok sejarah.
  5. Pembentukan basis gerakan diluar (QS.Yunus:87) yaitu mensosialisasikan nilai-nilai Islam di dalam masyarakat Islam dan kaum muslimin serta yang di butuhkan dalam hal ini adalah dakwah, ekonomi dan senjata (QS.Al Anfaal:60).
  6. Interaksi positif/ komunikasi efektif dengan organisasi atau harakah Islam di luar negeri (QS.Al Hujuraat:10).

Setiap peradaban suatu negara hampir selalu melalui tiga fase besar untuk berkembang yaitu:

  1. Fase perumusan ideologi dan pemikiran.
  2. Fase strukturalisasi.
  3. Fase Perluasan (ekspansi).

Perlu diketahui bahwa biasanya terbentuknya suatu negara berangkat dari sebuah ideologi kemudian ideologi terbentuk dari sebuah falsafah dan falsafah starting pointnya dari pemikiran. Artinya peradaban suatu masyarakat dalam suatu negara biasanya ditentukan oleh ideologi negara tersebut. Bila negara tersebut memakai ideologi Islam, maka akan terbentuklah peradaban Islam dalam masyarakat itu. Tetapi bila yang mewarnai negara tersebut bukan dari ideologi Islam, maka akan terbentuk pula suatu peradaban jahiliyah yang jauh dari nilai-nilai Islam, dimana suatu peradaban dinilai hanya dari segi fisiknya saja (peradaban yang cenderung hanya hiburan dan kesenangan akibat dari budaya materialisme).

Dan juga fase strukturalisasi dalam Islam sangat dibutuhkan untuk pengembangan ajaran dan sistem Islam. Sebab tanpa strukturalisasi akan sulit menjadikan dan mengokohkan ajaran Islam sebagai sebuah sistem dalam suatu negara dan pada gilirannya Islam dipraktekkan hanya sebatas ritualnya saja.

Bila fase perumusan ideologi dan fase strukturalisasi sudah terbentuk, maka tinggal merealisasikan dan melaksanakan fase perluasan (ekspansi) ke wilayah lain. Ini berarti hanya sistem Islamlah yang harus diberlakukan di tiap-tiap negara/ bangsa yang ada di muka bumi ini. Dengan demikian Islam sebagai rahmatan lil ‘aalamin benar-benar dapat dirasakan oleh umat manusia di bumi ini, dan sekaligus adanya kesesuaian antara struktur langit dan struktur bumi. Pentingnya struktur dalam ajaran Islam dapat diuraikan dengan contoh kalimat berikut ini:

  1. Saya Cinta Pribadi Islam
  2. Saya Cinta Kelurga Islam
  3. Saya Cinta Masyarakat Islam
  4. Saya Cinta Negara Islam dan
  5. Saya Cinta Dunia Islam

Pertanyaannya manakah di antara kalimat di atas yang mengundang perhatian dan sekaligus kebencian para thagut, apakah kalimat yang berbunyi saya cinta pribadi Islam, atau saya cinta keluarga Islam, atau saya cinta masyarakat Islam atau saya cinta negara Islam atau saya cinta dunia Islam? Tentu kalimat yang berbunyi “saya cinta negara Islam”, karena bicara negara Islam harus mempunyai struktur yang jelas dan haq. Maka struktur negara Islam inilah yang menjadi perhatian para thaghut (musuh-musuh Allah) dan sekaligus struktur ini akan dihancurkan oleh mereka yang alergi bila Islam dijadikan sebuah sistem negara dan pemerintahan.