1. EKSISTENSI NEGARA
Keberadaan Negara  ditentukan oleh Existensi Pemerintahannya & Pemerintah  merupakan Syarat mutlak  keberadaan Negara
2. KETERKAITAN NEGARA DENGAN PEMERINTAH
  • Pemerintah merupakan team pengurus dari sebuah Negara, karena Negara tanpa adanya Pemerintah, maka Negara akan Vacum karena tidak ada yang mengurus, kalau kepengurusan ini lama tidak berjalan, maka lama kelamaan Negara akan hilang eksistensinya dan lama kelamaan akan bubar karena tidak ada lagi yang mengelola , contoh Negara Islam Demak, Negara Islam Banten, dll.
  • Maju mundurnya sebuah Negara tergantung pengelola pemerintahannya, berkwalitas suatu Negara dilihat dari para pengelolanya, bukan besar kecilnya wilayah atau jumlah warganya.

3. HARAM HUKUMNYA MEMUTUSKAN BAI’AT

يَكُوْ نُ بَعْدِى آءِمَةً لاَ يَهْتَدٌونَ بِهُدَايَ وَلاَ يَسْتَنُونَ بِسُنـتِى وَسَيَقُوْمُ فِيْهِمْ رِجَالً قُلُو بَهُم قُلُوْ بُ الَشيَا طِينَ فِيْ جُثْمَانِِ إِنْسٍ قَالَ قُلْتُ كَيْفَ آصْنَعُ يَا رسُولَ الله إِنْ أدْ رَكْتُ ذَلِكَ قَالَ تَسْمَعْ وَتُطِيْعُ لِلاَمِيْرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُ كَ وَأخِذَ مَالُكَ

Akan datang sesudahku para Imam yang tidak memakai petunjukku dan tidak memakai sunnahku, diantara mereka ada manusia berhati syetan. “  Hudzaifah berkata  “Bagaimana yang aku perbuat wahai Rosululloh, jika aku menjumpai hal itu ?  Rosululloh saw bersabda : “hendaklah engkau mendengar dan taat kepada Amir, walaupun dia memukul punggungmu dan mengambil hartamu “ ( Riwayat Muslim dalam shahihnya  3/1476 ) 

“ Ketika penduduk Madinah memberontak kepada pemerintah Yazid bin Muawiyah, Ibnu Umar mengumpulkan keluarga dan anak-anaknya dia memuji kepada Alloh dan mengatakan :
“ Sesungguhnya kita telah membai’at Yazid atas bai’at Alloh dan Rosulnya dan sesungguhnya aku mendengar Rosululloh saw bersabda  :
“ Sesungguhnya orang-orang yang berkhianat akan ditegakkan bendera di hari kiamat, dikatakan inilah penghianatan Fulan “, dan sesungguhnya pengkhianatan terbesar sesudah kesyirikan adalah jika seorang telah membai’at  seseorang atas bai’at Alloh dan Rosulnya kemudian dia melanggar bai’atnya “
( Diriwayatkan Imam Ahmad dalam musnadnya 8/84  dengan sanad shahih dan Bukhori dalam kitab shohihnya  13/68 dengan makna yang sama.)             

4. TIDAK ADA ISLAM KECUALI DENGAN ADANYA JAMA’AH (DAULAH)

artinya keberadaan Islam harus dibuktikan dengan keberadaan Jamaah (Daulah),  karena tanpa adanya Daulah, hukum-hukum Islam tidak bisa berjalan/ tidak dapat direalisasikan.
5. AL JAMA’AH ADALAH NEGARA YANG BERDASARKAN KEPADA AL QURAN & HADITS SHOHIH

قال الطبري والصواب أن المراد في الخبر لزوم   الجماعة  الذين في طاعة من اجتمعوا على تأميره فمن نكث بيعته خرج عن   الجماعة

Berkata Ath Thobary: dapat disimpulkan  bahwa yang dimaksud dengan Al Jamaah adalah golongan yang terkumpul dalam suatu pemerintahan yang terpimpin (oleh seorang Amir). Maka barangsiapa yang melepaskan bay’ah kepadanya berarti keluar dari Al Jama’ah (Kitab Fathul Bari XIII/37).

6. BAGAIMANA KALAU HIDUP TIDAK PUNYA IMAM

 من ََماتَ بغير الا يما م مات ميتة جاهليه

  •  Barang siapa mati dengan tidak memiliki Imam, matinya dalam keadaan mati jahiliyah
  • Enam puluh tahun dari kehidupan seorang pemimpin yang zalim itu lebih baik dari pada satu malam tanpa adanya kepimimpinan

. قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ « فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا ، وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ »

  • Aku berkata: “Bagaimana jika tidak ada bagi mereka (muslimin) jama’ah dan Imam?” Beliau saw bersabda: “Hendaklah kamu keluar menjauhi golongan golongan itu semuanya, walaupun engkau sampai harus menggigit akar-akar kayu, sehingga kematian sampai kepada kamu dan kamu dalam keadaan demikian.  (H.R. Al Bukhori)

7. MENTAATI ALLOH, ROSUL-NYA DAN ULIL AMRI ISLAM

 مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ وَمَن تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

  • Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (Q.S. An Nisa: 80)

حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ يَعْصِنِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعِ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي

  • Diriwayatkan daripada Abu Hurairah ra katanya: Nabi saw  telah bersabda: Barang siapa yang mentha’ati aku maka dia telah mentha’ati Allah dan barang siapa yang durhaka kepada aku maka sesungguhnya dia telah durhaka kepada Allah. Barang siapa yang mentha’ati pemerintah (Amir) maka dia telah mentha’ati aku (Nabi saw) dan barang siapa yang mendurhakai pemerintah (Amir) maka dia telah mendurhakai aku (Nabi saw)  (H.R. Bukhori, Kitab Jihad dan Strateginya, Hadits No.2737)