A. PENGERTIAN HIJRAH

Kata “Hijrah” menurut lughoh artinya meninggalkan.

اََلْمُهَاجِرُ مَنْ هََاجَرَ مَا نَهَى اللّّهُ عَنْهُ

“Orang yang Hijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Alloh.”

Sedangkan “Hijrah” menurut Syara’ adalah:

فَرَّّّقَتْ بَيْنَ الْحَقِّّّّ وَ الْبَاطِلُ

“Memisahkan antara yang hak dengan yang bathil”

B. HIJRAH MA’ANI

Hirjah ma’ani ini terdiri dari mental (ruh) dan fisik (jasad). Hijrah ma’ani dalam bentuk mental maka aplikasinya adalah:

  1. Melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya
  2. Menyuruh kepada kebaikan dan melarang dari yang mungkar
  3. Melaksanakan yang positif dan meninggalkan yang negatif

Sedangkan hijrah ma’ani dalam bentuk fisik (jasad) maka aplikasinya adalah:

  1. Berada diatas jalan yang lurus (Al Quran) bukan diatas jalan yang jahim
  2. Di jalan (kekuasaan) Allah tidak di jalan (kekuasaan) Thoghut
  3. Ke jalan surga (umat Islam) tidak ke jalan Jahannam

C. HIJRAH MAKANI

Hijrah Makani adalah:

الْهِجْرَةُ هِيَ الإِنْتِقَالُ مِنَ الْبَلَدِالْمُشْرِِكِ اِلَى الْبَلَدِالإِسْلاَمِ

“Hijrah itu adalah perpindahan dari negeri Musyrik ke negeri Islam”

D. ESENSI HIJRAH

E. FURQON

“Ketahuilah, Sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, Maka Sesungguhnya seperlima untuk Allah, rasul, Kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, Yaitu di hari bertemunya dua pasukan. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. 8:41)

 

F. STARTING HIJRAH

  1. Adanya pengakuan terhadap yang haq (ikrar)
  2. Adanya sumpah setia terhadap yang haq
  3. Adanya ikatan setia terhadap yang haq
  4. Kongkritnya bai’at

“bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu Sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Maka Barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan Barangsiapa menepati janjinya kepada Allah Maka Allah akan memberinya pahala yang besar”. (QS. 48:10)