Sebagaimana telah dipahami bersama bahwa roda perjuangan NII didasarkan pada konstitusi yang berlaku yakni Qonun Asasi, Stafrecht dan Pedoman Darma Bakti (PDB) yang berisi MKT-MKT yang ditandatangani oleh Imam NII.

Berbicara perjuangan NII maka kita pada saat ini meneruskan (estapeta) program perjuangan NII hasil konferensi Ciasyong Tahun 1948. Untuk saat ini Pemerintah NII dalam masa perang (masa berjuang) telah merumuskan Tahapan Jihad (Marhalah Jihad).

Dasar Pemikiran

Lahirnya Marhalah Jihad ini merupakan penerjemahan dan penyikapan atas suatu kondisi yang sedang dihadapi NII, dimana kondisi tersebut terangkum dalam Penjelasan Singkat Proklamasi NII point 5,6 dan 7.  Silakan klik link dibawah ini untuk memahaminya:

https://abuqital1.wordpress.com/category/proklamasi-nii-dan-penjelasannya/

Selain itu juga merupakan penerjemahan dan penyikapan atas kenyataan historis dari pemikiran para pejuang Islam yang berkonferensi di Cisayong pada tanggal 12-13 Februari 1948 yang menghasilkan 7 program perjuangan. Silakan klik link dibawah ini untuk memahaminya:

https://abuqital1.wordpress.com/program-perjuangan/

Pokok-pokok Marhalah Jihad

Ada 5 pokok dalam marhalah jihad ini yakni:

  1. I’dad yaitu mempersiapkan kekuatan yang meliputi kekuatan sumber daya insani (SDI) dan sumber daya material (SDM) serta kekuatan lainnya (mastatho’tum) (pahami QS. 8:60, 9:46, 2:165)
  2. Ribath yaitu menjaga perbatasan wilayah Islam yang dikuasai (pahami QS. 8:60, 3:200). Berkaitan dengan NII maka ribath ini adalah menguasai kembali wilayah ribath NII yang telah dirampas oleh RI. Semenjak kekalahan NII oleh RI maka wilayah kekuasaan NII telah “dicaplok” semua oleh RI sampai sekarang.
  3. Qital yaitu perang fii sabilillah (pahami QS. 22:39, 2:216, 9:14-15, 9:29)
  4. Futuh yaitu kemenangan Islam (pahami QS. 48:1). Berkaitan dengan NII maka pengertiannya adalah penaklukan wilayah Indonesia dari kekuasaan thoghut laknatulloh.
  5. Khilafah yaitu institusi politik Islam yang bersifat dunia (multinasional) yang dipimpin oleh seorang kholifah. Kemutlakan adanya seorang kholifah telah disinyalir sejak manusia pertama diciptakan (pahami QS. 2:30, 17:70)

Sasaran, Tujuan dan Target Marhalah Jihad

Sasarannya ialah memerdekakan bumi Alloh dari kekuasaan orang-orang kafir dimulai di Indonesia. Tujuannya adalah memberlakukan hukum Islam dimuka bumi Alloh dimulai di Indonesia. Sedangkan targetnya yaitu tegaknya Negara Kurnia Alloh Negara Islam Indonesia (NKA-NII) dan tegaknya khilafah fil Ardh.

Untuk mencapai sasaran, tujuan dan target marhalah jihad tersebut tentunya harus adanya persiapan (I’dad) yakni Pembangunan Ummat baik secara personil maupun jama’ah (institusi) sebagai penopangnya. Adapun pembangunan ummat tersebut adalah:

  1. Pembangunan di bidang Ideologi (Aqidah Islam dan Ideologi NII) (Pahami QS. 2:138, 4:9, 9:111-112, 2:214)
  2. Pembangunan dibidang teritorial wilayah NII sesuai yang telah dikalim oleh proklamasi NII (Pahami QS. 21:105, 33:27)
  3. Pembangunan dibidang aparatur NII sebagai penanggungjawab pemerintahan dan  komando perang di seluruh tingkatan baik struktural, fungsional maupun kesatuan angkatan perang NII (APNII).
  4. Pembangunan dibidang ekonomi, keuangan dan logistik perang yang sesuai syari’at Islam (QS. 9:20, 7:57-58)
  5. Pembangunan dibidang hukum yang bersumber kepada Al Quran dan Hadits Shohih sehingga menjadi hukum Islam yang dapat memberikan keadilan bagi keseluruhan warga Negara. Hukum Islam yang dimaksud adalah hukum yang berkenaan dengan tata Negara (ahkamu sulthoniyyah) dan juga hukum yang terkait dengan aqidah, ibadah dan muamalah.
  6. Pembangunan dibidang Angkatan Perang NII (APNII) yang meliputi struktural, personil, logistik, taktik dan strategi serta intelijen sebagai alat pertahanan Negara (Pahami QS. 8:60).
  7. Pembagunan dibidang Perhubungan yakni hubungan interinsuler, hubungan diplomatik internasional seperti menjalin hubungan “gerakan jihad” di negeri lainnya dan hubungan koordinatif dengan faksi-faksi NII yang telah ada.

BERITA GEMBIRA….!!!

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa Ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang”. (QS. 61:14)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Qs. 47:7)

10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

12. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

13. dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman”. (QS. 61:10-13)

PERINGATAN….!!!

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat”. (QS. 2:214)

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”. (QS. 3:112)

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih”. (QS. 3:177)