Berbicara tentang bai’at bukanlah sesuatu yang baru bagi Warga Negara Islam Indonesia baik makna secara bahasa ataupun secara istilah, mengingat dalil-dalil dalam Al Quran itu begitu jelas sebagai landasan hokum tertinggi. Implementasi dan realisasinya telah diatur dalam undang-undang NII yaitu dalam PDB II – MKT no. 6 Thn 1950. Dari itu dalam bulan ini pengelola blog khusus akan membahas tentang Bai’at NII beserta konsekwensinya.

Adapun penghayatan bai’at yang dimaksud dalam judul ini adalah suatu upaya dari tiap-tiap warga bai’at secara maksimal, untuk memahami dan mendalami kandungan bai’at yang telah diikrarkannya dengan segala konsekuensinya.

Apabila hasil dari penghayatan terhadap bai’at telah memancar dari setiap individu masyarakat NII di segala tingkatan, maka integritas, loyalitas dan kwalitas perjuangan, pertahanan dan pembangunan NII dengan sendirinya tumbuh dan berkembang hingga tercapainya tujuan yang sejati yaitu “Fathah, Falah dan Mardhatillah”.

Untuk mendapat kejelasan tentang apa dan bagaimana bentuk kongkrit dari upaya tersebut secara lebih luas, maka dalam makalah ini penulis mencoba menafsirkan makna yang terkandung dalam poin-poin  bai’at secara berurutan, dengan harapan dapat memudahkan ummat dalam pemahaman, penghayatan dan pengamalan.

Semoga Alloh berkenan membenarkan dan memandaikan serta melindungi setiap mujahid/ pejuang NII, sehingga dalam melaksanakan amal bakti nan suci ini tidak terkontaminasi dengan langkah-langkah syaithan la’natullah ‘alaih….Amin.

Berikut ini isi Bai’at NII yang sesuai dengan MKT. no. 6 Thn. 1950:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

Bismillahi tawakkalna ‘alallah, laa haula walaa quwwata illa billahi. Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammdar Rosulullah

Wallahi, Demi Allah!

  1. Saya menyatakan bai’at ini kepada Alloh, dihadapan dan dengan persaksian Komandan Tentara/ Pemimpin Negara yang bertanggungjawab.
  2. Saya menyatakan bai’at ini sungguh-sungguh karena ikhlas dan suci hati, lillahi ta’ala semata-mata, dan tidak sekali-kali karena sesuatu diluar dan keluar dari kepentingan Agama Alloh, Agama Islam dan Negara Islam Indonesia.
  3. Saya sanggup berkorban dengan jiwa, raga dan nyawa saya serta apapun yang ada pada saya, berdasarkan sebesar-besar taqwa dan sesempurna-sempurna tawakkal ‘alalloh bagi:
    1. Menegakkan kalimatillah – li i’laai kalimatillah, dan
    2. Mempertahankan berdirinya Negara Islam Indonesia hingga hokum syari’at Islam berlaku dengan seluas-luasnya dalam kalangan ummat Islam bangsa Indonesia, di Indonesia.
  4. Saya akan taat sepenuhnya kepada perintah Alloh, kepada perintah Rosulullah dan kepada perintah Ulil Amri saya, dan menjauhi segala larangannya dengan tulus dan setia hati.
  5. Saya tidak akan berkhianat kepada Alloh, kepada Rosululloh dan kepada Komandan Tentara serta Pemimpin Negara dan tidak pula akan membuat noda atas ummat Islam bangsa Indonesia.
  6. Saya sanggup membela Komandan-komandan Tentara Islam Indonesia dan Pemimpin-pemimpin Negara Islam Indonesia, daripada bahaya, bencana dan khianat dari mana dan apapun juga.
  7. Saya sanggup menerima hukuman dari Ulil Amri saya, sepanjang keadilan hukum Islam, bila saya ingkar daripada bai’at yang saya nyatakan ini.
  8. Semoga Alloh berkenan membenarkan pernyataan bai’at saya ini, serta berkenan pula kiranya Dia melimpahkan tolong dan kurnia-Nya atas saya, sehingga saya dipandaikan-Nya melakukan tugas suci, ialah hak dan kewajiban tiap-tiap Mujahid; menggalang Negara Kurnia Alloh Negara Islam Indonesia! Amin.
  9. Allohu Akbar! Allohu Akbar! Allohu Akbar!