Kemarin tanggal 12 syawal 1430 H Negara Islam Indonesia telah berumur 62 tahun dalam masa perjuangannya untuk menegakkan Hukum Islam di Indonesia. Apa saja yang sudah dicapai oleh Negara ini ? Jawabannya tentu yang belum dicapai masih banyak dibanding dengan yang sudah dicapai.

Mari kita bermuhasabah bagi yang dalam dirinya masih ada nilai-nilai perjuangan DI/ TII atau NII. Untuk itu mari kita awali dengan menghidupkan kembali kandungan yang ada dalam 9 point “BAI’AT NII” yang sudah termaktub pada lampiran MKT no. 6 Tahun 1950:

BAI’AT:

Bismillahi tawakkalna ‘alallah laa haulaa walaa quwwata illa billah,

Wa asyhadu anla Ilahailllah wa asyhadu anna Muhammadurrasuulullah

Wallahi (Demi Allah).

1. Saya menyatakan bai’at ini kepada Allah di hadapan dan dengan persaksian komandan tentara/

pemimpin negara yang bertanggung-jawab.

2. Saya menyatakan bai’at ini sungguh-sungguh karena ikhlas dan suci hati lillahi ta’ala semata-mata dan tidak sekali-kali karena sesuatu di luar dan keluar daripada kepentingan agama Allah, agama Islam dan Negara Islam Indonesia.

3. Saya sanggup berkorban dengan jiwa, raga dan nyawa saya serta apapun yang ada pada saya

berdasarkan sebesar-besar taqwa dan sesempurna-sempurna tawakal ‘alallah bagi :

a. Mentegakkan kalimatillah li i’lai kalimatillah, dan

b. Mempertahankan berdirinya Negara Islam Indonesia hingga hukum syari’at Islam seluruhnya

berlaku dengan seluas-luasnya dalam kalangan Ummat Islam bangsa Indonesia di Indonesia.

4. Saya akan taat sepenuhnya kepada perintah Allah, kepada perintah Rasulullah dan kepada

perintah Ulil-Amri saya dan menjauhi segala larangannya dengan tulus dan setia hati.

5. Saya tidak akan berkhianat kepada Allah, kepada Rasulullah dan kepada komandan tentara serta

pemimpin negara dan tidak pula akan membuat noda atas Ummat Islam bangsa Indonesia.

6. Saya sanggup membela komandan-komandan Tentara Islam Indonesia dan pemimpin-pemimpin

Negara Islam Indonesia daripada bahaya, bencana dan khianat darimana dan apapun juga.

7. Saya sanggup menerima hukuman dari Ulil-Amri saya sepanjang keadilan hukum Islam, bila saya ingkar daripada ba’iat yang  saya nyatakan ini.

8. Semoga Allah berkenan membenarkan pernyataan ba’iat saya ini serta berkenan pula kiranya Ia

melimpahkan tolong dan kurnia-Nya atas saya, sehingga saya dipandaikan-Nya melakukan tugas

suci ialah hak dan kewajiban tiap-tiap Mujahid, menggalang Negara Kurnia Allah, Negara Islam

Indonesia. Amin.

9. Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

Bagi yang baru tahu atapun kaget dengan isi bai’at NII tersebut maka jangan heran. Mengapa? karena mungkin sebagian “aktivis NII” tidak dikenalkan atau memang tidak tahu perundang-undangan NII sehingga merasa aneh dan kaget. Bai’at tersebut sebenarnya Bai’at resmi dari Negara Islam Indonesia yang sudah termaktub dalam lampiran MKT no. 6 tahun 1950. Silakan klik disini untuk mengetahui secara lengkap isi MKT tersebut.

Selain menghayati Bai’at, seorang Mujahid NII hendaknya mengetahui dan menghayati kembali lampiran no. 5 pada MKT no. 10 tahun 1952 tentang Perhatian, Peringatan dan Catatan (PPC) bagi Tentara Islam Indonesia dalam kalangan Negara Islam Indonesia:

A. Kedudukan Tentara Islam Indonesia

  • Tentara Alloh
  • Tentara Ideologi
  • Tentara Islam
  • Tentara Rakyat

B. Tentara Islam Indonesia (TII) berbeda dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI)

  • TII Bukan Tentara Buruh
  • TII Bukan Tentara Yang Kosong dari Ideologi
  • TII Bukanlah Tentara Jahiliyah
  • TII Bukanlah Tentara yang dijadikan Alat dan Kekuasaan Negara Yang Zholim

C. Sapta Subaya Tentara Islam Indonesia yaitu:

1. Seorang Tentara Islam Indonesia harus berdisiplin.

2. Seorang Tentara Islam Indonesia harus berani.

3. Seorang Tentara Islam Indonesia harus membela pimpinan negara dan komandan tentara     sebagai tulang punggung negara.

4. Seorang Tentara Islam Indonesia harus jujur dan hemat.

5. Seorang Tentara Islam Indonesia harus bijaksana.

6. Seorang Tentara Islam Indonesia harus mencintai dan membela sesama Mujahid.

7. Seorang Tentara Islam Indonesia harus pantang menyerah.

Untuk mengetahui lebih lengkap isi MKT no. 10 tahun 1952 beserta lampirannya silakan klik disini

SERUAN UNTUK MUJAHIDIN INDONESIA

Pemerintah Negara Islam Indonesia dalam masa perang mengajak kepada segenap mujahid Negara Islam Indonesia sesuai dengan perannya untuk mengadakan koordinasi, konsolidasi dan mobilisasi atas segala potensi jihad, untuk bersatu menyamakan persepsi dan sikap dalam menghadapi perjuangan yang belum sampai pada sasaran dan tujuan perjuangan. Dan “Songsonglah kedatangan kembali Imam/Plm.T. A.P.N.I dengan realisasi MKT Nomor 11 Tahun 1959.”

Untuk memahami estapeta kepemimpinan Negara Islam Indonesia pasca Syahidnya Imam S.M. Kartosuwiryo, silakan klik disini untuk mendownloadnya: