Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menimpakan adzab-Nya kepada Amerika berupa ledakan dahsyat (di WTC dan sekitarnya), maka dengan begitu cepatnya para penguasa negara di dunia dan pemimpin organisasi-organisasi  Islam yang ada di Amerika, Kanada dan Eropa mengumumkan pernyataan sikap mereka, yaitu bahwa mereka mengingkari/menolak (berbagai bentuk terorisme /gerakan mengentarkan orang kafir) dan mengungkapkan kesedihan dan bela sungkawa yang mendalam bagi bangsa Amerika. Perbuatan seperti ini jelas diharamkan dalam ajaran Islam. Dalil-dalilnya adalah:

Pertama, Allah Subhanahu wa Ta’ala pernah berkata kepada Nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam.
فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

” maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.” (Al Maidah : 68)

Kedua, Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata kepada Nabi Musa ‘Alaihis salaam :

فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

“Maka janganlah kamu berduka cita atas apa yang menimpa kaum yang fasiq.” (Al Maidah :26)

Ketiga, Tatkala Allah menimpakan adzab kepada penduduk Madyan berupa gempa yang dahsyat sehingga mereka semua hancur binasa, maka Nabi Syu’aib berkata :

فَكَيْفَ ءَاسَى عَلَى قَوْمٍ كَافِرِينَ

“Bagaimana aku bisa bersedih hati atas apa yang menimpa orang-orang kafir?” (Al A’rof : 93)

Begitulah ajaran para Nabi, yaitu diharamkan bersedih dan berduka cita serta berbela sungkawa atas apa yang terjadi/menimpa orang-orang kafir baik berupa adzab, musibah, kecelakaan, gempa dan semisalnya.

Keempat, Begitu juga Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللهُ بِأَيْدِ يكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ

Perangilah orangorang kafir itu, niscaya Allah akan mengadzab mereka dengan tangantangan kalian, akan menghinakan mereka dan memenangkan kalian atas mereka, serta Dia akan menyembuhkan (duka cita) yang ada di dada orang-orang yang beriman.” (At Taubah : 14)

Maka siapapun yang hatinya berlawanan dengan ayat di atas sehingga ia berduka cita atas adzab yang menimpa orang-orang kafir, ia tidak pantas disebut orang mukmin dan tidak ada kemuliaan padanya.

Penyakit ini disebabkan hanya karena lemahnya iman, kebodohan terhadap agama dan hilangnya kecemburuan (ghirah) dan fanatisme agama Islam. “Maka janganlah engkau bersedih hati atas apa yang menimpa orang-orang kafir.”