(Penjelasan atas Beberapa Musykilat)

 Keberadaan Negara Islam Indonesia bagi sebagian orang dipandang sebagai sebuah penyimpangan dari prinsip-prinsip Islam. Satu hal yang ramai diperbincangkan adalah keberadaan NII sebagai sebuah Republik (Jumhuriyyah) yang dianggap tidak sesuai dengan sistem khilafah yang diajarkan oleh Islam. Benarkah demikian?? Benarkah sebuah negara dalam bentuk republik merupakan pengkhianatan atas sistem Islam; atau justru inilah bentuk negara yang paling mendekati atau bahkan berjalan di atas prinsip-prinsip khilafah. Lewat pengkajian yang obyektif dan komprehensif sesungguhnya keberadaan Negara Islam Indonesia kental dengan dimensi khilafah baik dalam tingkat nasional ataupun ketika dikaitkan dengan cita-cita NII sendiri untuk membentuk Kekhilafahan Dunia bersama dengan negara-negara Islam lain. Anggapan-anggapan salah di atas perlulah diluruskan dan permasalahan ini harus juga ditimbang dari ilmu ketatanegaraan baik Ketatanegaraan Islam maupun Ketatanegaraan Umum, sehingga analisa kita akan sampai pada kesimpulan yang obyektif dan bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT dan di hadapan manusia umumnya. (lebih…)


Hukum Syar’i Mengenai Jamaah ‘Daulah’ (ISIS) 

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan semoga Sholawat dan Salam tercurahkan atas Nabi kita Muhammad (SAW), dan keluarganya, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebenaran hingga hari kiamat, Amma Ba’du:

Pada saat penduduk Syam tengah berusaha membebaskan diri mereka dari penindas tirani Syam, Thaghut Nushairiyyah, yang telah menyebar kerusakan di dalamnya selama beberapa dekade, dan harapan orang-orang ini telah kembali melalui perlawanan pasukan Islam di Tanah Syam yang mana ianya tengah berusaha mengembalikan kehormatan dan kemuliaan umat.

Dan di bawah bayang-bayang kemenangan terus menerus Mujahidin, sebuah kelompok baru muncul di arena pertempuran, dia adalah ‘Jamaah Daulah’. Dan sejak saat itu kondisi umat Islam memburuk, dan Mujahidin menjadi terpecah belah – kecuali kepada siapa yang diberikan rahmat oleh Allah. Di sisi lain Rezim Nushairiyyah sedang mengalami kemajuan. Telah dibuat jelas bagi semua umat Islam melalui pernyataan dan tindakan dari kelompok ini (Daulah) yang akhirnya mendapat penolakan dari para Ulama, para pemimpin dan masyarakat umum. (lebih…)


Talbis Iblis Atas Khawarij (Oleh: Al-Imam Ibnul Jauzi)

Berkata Ibnul Jauzi rahimahullahu tentang induknya khawarij dan peringatan akan bahayanya manhaj mereka:

Khawarij yang pertama dan yang terburuk keadaannya adalah Dzul Khuwaishirah. Dari Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu anhu telah berkata:

“Ali bin Abu Thalib mengirimkan dari Yaman sebatang emas yang belum diangkat dari cetakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membagikannya kepada empat orang: ‘Uyainah bin Badr, Aqra bin Habis, Zaid Al Khail, dan yang keempat adalah Alqamah atau ‘Amir bin Thufail. Melihat hal itu, salah seorang sahabat berkata, ‘Kami lebih berhak atas emas tersebut daripada orang-orang ini.’ Ketika kabar itu didengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Tidakkah kalian mempercayaiku padahal aku adalah orang yang terpercaya dari langit? Aku menerima kabar dari langit, pagi hari maupun sore hari.’ Tiba-tiba seorang laki-laki dengan mata cekung, tulang pipi cembung, dahi menonjol, berjanggut tipis, berkepala gundul dan menggunakan ikat pinggang berdiri dan berkata, ‘Ya Rasulullah! Takutlah kepada Allah.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Celaka kamu. Bukankah di muka bumi ini akulah yang paling takut kepada Allah?’ Orang itu beranjak dari tempat duduknya. Khalid bin Walid berkata: ‘Ya Rasulullah! Izinkan aku menebasnya.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Jangan, bisa jadi ia mengerjakan shalat.’ Khalid berkata: ‘Berapa banyak orang yang shalat berkata dengan lisannya yang tidak sesuai dengan hatinya.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Aku tidak diperintah untuk menyelidiki hati seseorang atau mengetahui isi perutnya.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kepada orang itu ketika hendak pergi: ‘Sesungguhnya dari keturunannya akan muncul suatu kaum yang membaca Kitabullah tetapi hanya sampai tenggorokannya saja. Mereka lepas dari agama sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya.” (lebih…)


Risalah kepada orang-orang yang jujur

Dari Abdullah radliyallahu anhu berkata: Rasulullah (SAW) bersabda: “Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke sorga. Seorang yang selalu jujur akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur (shidiq). Dan sesungguhnya kebohongan membawa kepada kejahatan,dan kejahan membawa ke neraka. Orang yang selalu berbohong akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong (kadzdzab).” (Muttafaqun Alaihi)

Pada hari ini umat telah diuji oleh orang-orang yang tidak melihat sesuatu melainkan dari sudut pandang pribadi mereka, mereka menempatkan kepentingan pribadi mereka sendiri dan kepentingan kelompok mereka di atas kepentingan umat Islam, maka kamu akan melihat mereka berbohong dan memalsukan kebenaran untuk menjustifikasi kelakuan dan tindakan mereka yang salah dan menyimpang dari syariat. (lebih…)


Seruan Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani:

“Kemenangan Dari Allah Dan Penaklukkan Yang Dekat”

بسم الله الرحمن الرحيم

Yayasan Al-Minarah AL-Baydha’ mempersembahkan pesan audio Syaikh Al-Fatih Abu Muhammad Al-Jaulani hafidhaullahu, yang berjudul “Kemenangan Dari Allah dan Penaklukkan Yang Dekat”.

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ´Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” QS. AS-Shaff: 10-13

Segala puji hanya milik Allah yang telah memberikan kemenangan kepada hamba-hamba-Nya, dan memuliakan para tentara-Nya, serta mengalahkan koalisi para musuh sendirian. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabat. (lebih…)


Berikut ini kami terbitkan beberapa fakta tentang ISIS dari seseorang yang pernah berjihad di Khurosan, Irak dan Syam. Ia mengungkapkan informasi tentang Daulah Islam Irak sejak era Abu Mush’ab Az Zarqowi sebelum berdirinya Daulah Islam Irak, ia juga membeberkan tentang bagaimana Daulah berdiri, Daulah di era Abu Umar Al-Baghdadi, di era Abu Bakr Al-Baghdadi dan intrik-intrik yang menyertainya, peran ISI di Syam dan sepak terjangnya yang semakin rusak.

Adapun naskah asli berbahasa arab berjudul :

الحقائق الخافية حول دولة البغدادي

bisa diakses di : http://aljazeeraalarabiamodwana.blogspot.com/2014/04/blog-post_6490.html

(lebih…)


ANTARA ISIS DAN NII DALAM MENSIKAPI

PROSES PENEGAKKAN DAULAH (NEGARA) ISLAM

 Bismillahirrohmanirrohim
Artikel ini ditulis dengan didasari niat yang tulus untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dilapangan di wilayah Syam dan Irak. Secara garis besar berdasarkan dari berbagai sumber baik yang pro ISIS maupun kontra ISIS maka saya menyimpulkan bahwa masih terjadi konflik antar Kelompok Mujahidin sendiri yang semuanya masing-masing telah memiliki wilayah kekuasaan, belum sepenuhnya dikuasai oleh ISIS secara 100%.

Berdasarkan artikel dari Al Mustaqbal.com dan Shoutussalam.com bahwa Dalam media Al Mustaqbal yang di posting Akhi Rifki (entah itu pendapat pribadi atau dari ISIS) maka bagi saya pribadi bersyukur dapat memahami pola pikir pengikut ISIS di Indonesia khususnya dan pengikut ISIS umumnya maka saya memahami ada perbedaan tentang menyikapi dan menamai proses pembentukan Daulah Islam yang mendasar yakni: (lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 85 pengikut lainnya.