PENETAPAN KOMANDEMEN TERITINGGI
ANGKATAN PERANG NEGARA ISLAM INDONESIA (APNII)
AWAL RAMADHAN, ‘IEDUL FITHRI DAN ‘IEDUL ADHA 1432 H
DAN ‘AMALIYAH RAMADHAN LAINNYA
Menimbang : bahwa sehubungan telah datangnya bulan Ramadhan tahun 1432 H dimana pelaksanaannya sangat ditentukan oleh waktu sesuai fenomena alam (ketetapan Alloh), oleh karena itu sebagai wujud pertanggungjawaban Negara atas warganya dalam melaksanakan syari’at Alloh maka dipandang perlu adanya penetapan waktu pelaksanaan Ramadhan.
Mengingat : 1) Al Quran dan Hadits Shohih 2) Qanun Asasi NII
Menetapkan :
MEMUTUSKAN:
1. Awal Ramadhan 1432 H; tanggal 1 Ramadhan 1432 H jatuh pada hari senin, bertepatan dengan tanggal 1 Agustus 2011 M, dengan penjelasan:
1) Ijtimak akhir sya’ban 1432 H, hari Ahad tanggal 31 Juli 2011 pukul 1.39’47” WIB.
2) Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhan Ratu: -6○53’.32”; di Jayapura -4○.48’32”; dimana hilal sudah wujud dan diseluruh wilayahIndonesia pada saat Matahari terbenam hilal diatas ufuk.
2. ‘Iedul Fithri 1432 H; tanggal 1 syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa, bertepatan dengan tanggal 30 Agustus 2011 M dengan penjelasan:
1) Ijtimak akhir Ramadhan 1432 H, hari senin tanggal 29 Agustus 2011 pukul 10.04’.18” WIB
2) Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhan Ratu: 1○55’.08”; di Jayapura 0○.02’18”; dimana hilal belum wujud dan diseluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam hilal dibawah ufuk.
3. ‘Iedul Adha 1432 H; tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada hari Jum’at, bertepatan dengan tanggal 28 Oktober 2011 M dengan penjelasan:
1) Ijtimak akhir Dzulqo’dah 1432 H, hari senin tanggal 27 Oktober 2011 pukul 02.56’.46” WIB
2) Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhan Ratu: 6○33’.47”; di Jayapura 4○.21’10”; dimana hilal belum wujud dan diseluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam hilal dibawah ufuk.
3) Maka tanggal 10 Dzulhijjah 1432H jatuh pada hari Ahad, tanggal 6 Nopember 2011
4. Bahwa penentuan 1 Ramadhan, 1 Syawal dan 10 Dzulhijjah sebagaimana dijelaskan diatas adalah berdasarkan hisab. Apabila hilal dapat dilihat baik di akhir Sya’ban maupun di akhir Ramadhan, awal Ramadhan dan ‘ied Fithri didasarkan kepada ru’yat (tampaknya hilal).
5. Apabila adanya perubahan jatuhnya waktu awal ramadhan dan ‘ied fithri berdasarkan ru’yat hendaklah tiap-tiap jama’ah senantiasa mampu menerima informasi perubahan tersebut.
6. Perihal penunaian zakat fithri sebagaimana ketetapan tahun yang lalu baik dalam hal penunaiannya maupun pendistribusiannya, yaitu dihimpun dan didistribusikan ditiap-tiap KPW. Dan untuk penunaian dan pendistribusian Zakat Fithri dilingkungan KPWB dan KT APNII disentralisir dan didistribusikan oleh Baitul Maal KT APNII. Dan untuk besaran nilai nominalnya dinilai uangkan per kg tho’am (beras) adalah senilai beras yang biasa dimakan oleh tiap-tiap jama’ah.
7. Untuk teknis penunaian zakat maal, penunaiannya sebagaimana ketentuan yang terdahulu. Dengan teknisnya disentralisir di Baitul Maal KT APNII. Kemudian setelah dipotong 30% untuk fakir miskin dan di Sabilillah di lingkungan KT APNII, sisanya di distribusikan kepada KPW setelah dipotong untuk fakir miskin dan fi sabilillah di lingkungan KPWB sebesar 20% dari nilai 70% (nilai 70% menjadi 100% kembali setelah dipotong 30% hak KT APNII).
8. Untuk shodaqoh, infaq fiddien dan infaq fi sabilillah pelaksanaan teknisnya sebagaiman ketentuan pelaksanaan setiap bulan.
Bisimillahi tawakkalna ‘alalloh laa haulaa walaa quwwata illa billah
Ditetapkan di : Mardhotillah
Pada : 22 Sya’ban 1432/ 24 Juli 2011
KOMANDEMEN TERTINGGI APNII
Imam/ Plm.T.APNII
Ttd
(MYT)
Agustus 2, 2011 at 7:53 am
Jazakallah Atas impormasi nya
Agustus 3, 2011 at 5:48 am
sejak kapan ada KETETAPAN PKT NII dalam hal penetapan Ramadhan, tahun 1432 H lagi… ckckck…. sungguh kebohongan Publik yang sangat besar y….
Abuqital1:
sebaiknya anda belajar dulu bagaimana menjalankan suatu pemerintahan terlebih dalam masa perang (Darul Islam Fi Waqtil Harbi).
Agustus 4, 2011 at 4:05 am
bukannya terbalik justru anda yang harus belajar dulu dalam memahami undang2 Negara Islam Indonesia, pahami terlebih dahulu kerangka berfikir sebuah Negara, baru anda dapat memahami seperti apa yang dimaksud dengan Negara Fii Waqtil Harbi…
Salah satu kekeliruan anda dalam memahami sebuah konsep perjuangan Negara di masa Revolusi adalah bahwa dimana Negara dalam masa Revolusi, belum pernah ada yang namanya jabatan Kepala Negara, alias Presiden, alias Imam atau apapun itu namanya…. termasuk juga NII, Nah… konsep NII apa yang anda pahami menurut UU Negara, apalagi anda telah membuat UU NII menurut versi Golongan anda… sebuah kekeliruan yang sangat fatal yang berimbas terhadap pembodohan Generasi Masa Depan…
Abuqital1:
sptnya kurang ahsan untuk mujadalah disini. Kapan qt bisa bertemu? Berdasarkan komen anda sptnya sy sdh mengenal anda.
Agustus 5, 2011 at 1:44 am
Boleh nih, silahkan diatur waktunya ya, kirim aja ke email saya di jonindo99@yahoo.com…
Tapi satu yang saya minta dari anda sebelum kita mengadakan mujadalah, saya minta anda untuk jujur sejujur2nya, dan setelahnya tidak ada lagi kebohongan publik terhadap kaum muslimin atas apa2 yang anda paparkan yang hanya membuat bingung umat Islam yang hanya akan memecah belah umat Islam saja… Deal…
Anda belum mengenal saya dan saya juga belum mengenal anda, saya hanya suka browsing dan menemukan blog anda, tapi saya tidak suka dengan orang2 yang mengatasnamakan Faksi2 di NII menganggap bahwa NII menurut versinyalah yang benar, siapapun itu termasuk golongan anda, apalagi golongan anda sudah membuat bentukan UU NII sempalan dari Imam Palsu anda dan berani menyebarkannya kepada umat Islam, yang itu tidak ada landasannya sama sekali menurut UU NII itu sendiri
Abuqital1:
melihat dan menimbang dari tutur kata anda diatas maka saya putuskan pertemuannya tidak jadi.
Agustus 5, 2011 at 3:51 am
Ternyata yang ngaku NII asli (Menurut versi mereka), gk punya hujjah yang kuat atas apa2 yang disampaikan si moderator ini… sekarang siapa yang perlu belajar akhi heheh…
Pantesan pada kagak selesai kalo imam-imam faksi ini ditemuin, wong brantem mulu ngedebatin soal jabatan, gk selesai2, setiap golongan bangga dengan golongannya…. Astaghfirullah…
Abuqital1:
Lisanul hal lebih baik daripada lisanul maqool. Faidzaa faroghta fanshob…wa ilaa robbika farghob.
Agustus 5, 2011 at 6:16 am
Anda kayaknya agak paranoid ya abu… ckckck.. kasian y, banyak umat Islam hari ini yang paranoid….
Abuqital1:
Fastabiqul khoiroot. Faidzaa faroghta fanshob…wa ilaa robbika farghob.
Agustus 3, 2011 at 4:26 pm
sungguh sangat disayangkan dan menunjukkan keangkuhan ‘ilmu bodong yaitu ‘ilmu tanpa dasar. sama saja perbuatannya dengan negara yang dimurkai Alloh yaitu NKRI
Agustus 5, 2011 at 3:33 pm
to: Joni
Anda salah jika mengartikan kepemimpinan Islam yang sah menurut Al Qur’ana.
kepemimpinan NKA-NII yang sah menurut Al Qur’ana adalah Imam Muhammad Yusuf Thahiry bukan Ali Mahfud
QS 36:14 disebutkan fa’azzaznaa bitsaalitsin
menegaskan bahwa kepemimpinan ketiga ada sesuatu perselisihan
QS 18:25 disebutkan wazdaaduw tis’aan
memberitakan bahwa imam yang ketiga adalah yang berikrar sebagai pemimpin 9 tahun sebelum kemenangan 1437H yaitu 1428 H
QS 30:2 fiy adnay al ardhi -> negara yang sama
QS 30:4 fiy bidh’i siniyna -> waktu yang dekat setelah berita ini kurang lebih 5 tahun lagi yaitu 1437 H
to abu qital
sebelum mengenal kata “Fastabiqul khoiroot” pahami dulu hal yang mensifatinya yaitu khaliq, fathir, badiy’u..
khaliq adalah penciptaan penjelasan keterangan keimanan secara ‘ilmu
fathir adalah penciptaan pemahaman keterangan keimanan secara ‘amal
khaliq dan fathir harus berdasarkan kitab Alloh karena ini tindakan langit.
badiy’u adalah penciptaan tindakan ‘amal perintis yang diberikan kepada Negara melalui para pemimpinnya.
salah satu penerapannya yaitu dimasa kepemimpinan sahabat umar bin khattab ra. dimana dilakukan shalat tarawih dilakukan secara kontinyu.
hal ini yang sering diperselisihkan sebagai “bid’ah”
bid’ah adalah sesuatu perbuatan yang disifati badiy’u QS 46:9
perlu anda ketahui masjid tidak boleh didekati oleh kaum perempuan, oleh sebab itu Nabi Muhammad memberhentikan proses sujud syukur dimalam bulan ramadhan pada hari ke empat. Karena apa? karena akan menimbulkan kesalahpahaman akan makna ibadah.
karena shalat 5 waktu harus selalu dilaksanakan secara berjama’ah di mesjid
khusus untuk adzdzan
adzdzan hanya boleh dikumandangkan oleh negara Islam yang telah ada ridho Alloh yaitu NKA NII..
jadi bagi yang ingin selamat dari siksa Alloh harus merubah qiblatnya kearah timur bumi (tidak perlu menggunakan koordinat arah) dan segeralah bertaubat untuk hijrah kepada negara yang haqq..
saya sudah berikan beberapa keterangan mengenai hal ini di blog saya…
mohon diperhatikan…karena bagi tiap-tiap ummat Alloh selalu menghadirkan seorang saksi yang membenarkan yang benar..
bagaimanana mau memimpin dunia, kitab Alloh saja tidak dikenali secara baik dan benar…
Agustus 10, 2011 at 8:45 am
to : abdullahkhoir
Saya kira anda ingin menyampaikan yang benar, e gk taunya hanya menambah-nambah dari kesalahan2 yang dipaparkan.
Anda berbicara Standar Ukur sebuah Negara tapi anda malah membahas kajian Normatif Idiologis alias Landasan Idiologi yaitu Al-Qur’an, sy kira anda sungguh sangat tidak nyambung sekali dalam pembahasan kerangka sebuah Negara, apalagi anda sampai memaksakan pendapat anda
.
Kalau ingin memahami sebuah Negara pahamilah kerangka sebuah Negara, maka anda akan ketemu dengan substansi dari Negara itu sendiri, dan akan ketemu pembahasannya di dalam UU NII itu sendiri, karena UU NII dibangun atas dasar berpijak kerangka sebuah Negara.
Kalaupun anda membas Landasan Idiologi NII yaitu Al-Qur’an dan Hadits Shohih, juga harus dibahas dengan kerangka Negara, sehingga ketemu dengan substansi Negara itu juga, tapi kalo anda membahas Al-Qur’an hanya menurut kepentingan golongan anda saja, maka anda tidak akan pernah menemukan substansi dari NII itu sendiri.
Saya paham anda tidak paham tentang Negara, makanya saya maklum saja
Agustus 11, 2011 at 1:22 pm
to: joni
salah satu kata yang berarti negara
“Kitabu” QS 11:17,QS 46:12
saya jelaskan mengenai ketentuan pemberlakuan hukum Negara Islam
Hukum Negara baru bisa diterbitkan pasca wilayah yang telah dikuasai dalam kondisi zhahir walaupun hanya sebatas satu kota.
Hukum Negara terbagi dua:
Hukmu Islam yaitu hukum yang mengatur tatanan masyarakat dalam lingkungan Negara Islam
Huduwd Islam yaitu hukum yang mengatur tatanan kenegaraan dimulai dari lingkup yang terkecil yang dimulai dari keluarga.
contoh penerapan :
Huduwd boleh diberlakukan pra kemenangan namun hukmu belum boleh diberlakukan jika Negara belum memperoleh kemenangan.
larangan merokok tidak boleh diberlakukan karena merupakan aturan terhadap tatanan masyarakat (hukmu Islam).
Penetapan kalender Islam sudah boleh diberlakukan karena merupakan aturan terhadap tatanan masyarakat (huduwd Islam).
sepertinya anda tidak mengenal fungsi Al Qur’ana setelah menjadi al kitabu
surat an nisaa’ adalah hukmu kitab
surat al maa’idah adalah syari’at kitab
surat al an’aam adalah huduwd kitab
jika negara telah menang dan ingin memberlakukan hukmu yang keterangan pelaksanaannya tidak terdapat dalam Al Qur’an maka gunakan dasar ketentuan QS 4:59
teguran saya tentang sub-page ini karena menetapkan awal ramadhan dengan koordinat dlsb. karena kitab Alloh tidak mengajarkan hal yang demikian. Dan di sub-page ini juga ada seruan membaca dengan mulut bukan dengan mata. sungguh sangat disayangkan.
mengenai kajian Al Qur’an?
saya tidak sedang mengkaji, namun saya memberikan keterangan kepada seluruh manusia agar tidak tersesat.
karena apa?
karena sebenarnya mereka tidak beriman kepada Al Qur’ana. Mereka sedang beriman kepada kitab manusia.
contoh yang terdekat adalah kata “aqidah”
Al kitabu adalah pemahaman yang telah sampai (proses ittabi’u) dan pemahaman itu sedang dan akan menjalani proses penyampaian (balighu).
al kitabu tidak mengenal aqidah, dan yang dikenal hanya iman dan taqwa. dan jika tidak menggunakan kaidah langit dan bumi saya yaqin banyak yang tergelincir pemahamannya terhadap iman dan taqwa.
Joni..
Negara Islam bukan ditentukan oleh manusia keberadaannya, karena hal itu adalah karunia Alloh, jadi harus berdasarkan hasil ketetapan Al Qur’ana.
iman kepada ketetapan langit yaitu kepada ketetapan keimanan yang disebut Al Qur’ana.
iman kepada ketetapan bumi yaitu kepada hasil ketetapan Al Qur’ana yang disebut kitab Alloh dan Negara Alloh.
QS 55:17
ketetapan dua timur
-hukmu Islam
-panglima tertinggi Islam
ketetapan dua barat
-huduwd Islam
-Negara Islam
sebagai penutup;
jika kalian semua menyeru meninggikan “Kalimat Alloh”
maka kalimat yang mana yang kalian seru? tauhid? aqidah?
atau apa…
kalian tidak beriman kepada Al Qur’an…
maka seluruh ayat yang terdapat pada QS 63 adalah untuk
kalian semua diseluruh dunia tanpa terkecuali!!!
anda semua seperti QS 63:4 “khusyubun mmusannadatun”
yang bermakna segala pemberitaan dan pemahaman kalian akan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh hanyalah bersandar kepada jalan-jalan yang ditempuh oleh nenek moyang. sehingga jika anda mengatakan selamat dari siksa Alloh, maka saya akan mengatakan “buktikan kebenaran anda jika anda memang benar” dan songsonglah kematian anda semua dengan perbuatan yang sia-sia”
janganlah menjadi sombong karena pemahaman kitab manusia….
* ini yang terakhir saya muncul di blog atau di dunia maya dalam menjalankan kewajiban saya yaitu menyampaikan keterangan-keterangan yang bersumber dari Al Qur’ana.
to abuqital
tidak ada sedikitpun kepentingan saya selain daripada meninggikan Kalimat Alloh.
QS 37:137-147
ummat MYT hanya berkisar 100 ribuan saja…
QS 18:39
“maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah”
Agustus 12, 2011 at 1:29 am
to : abdullahkhoir
ckckck…. pembahasan yang gk nyambung sama sekali ya, sama sekali….
Saya bertanya tentang bagaimana kerangka sebuah Negara, bukan bagian2 yang diurusin sama Negara, hal2 ketetntuan2 yang ada di Islam, kapan saatnya hukum bisa diterapkan.
Anda paham gk sih maksud saya!!!????
Makanya coba pahami dan renungkan apa2 yang saya paparkan di atas, agar anda ngerti kawan.
Anda sudah ngeluarin ayat, tapi gk nyambung lagi, kata yang berarti Negara adalah “Kitabu”, waduh… dalil darimana tuh….
Anda bicara Qur’an seolah2 NII tidak memposisikan Qur’an sebagai hukum tertinggi, anda berdalih gk jelas bahwa semua perlu kembali kepada Qur’an. Bukti konkritnya apa kawan? dan orang2 yang ngomong kayak anda ini sudah jutaan orang, katanya anda memperjuangkan NII, tapi NII nya sendiri anda tidak bisa paparkan dasar berpijak kerangka Negaranya, seolah olah NII mengabaikan Al-Qur’an dan Hadits Shohih.
Yang tidak anda pahami adalah dimana Posisi Qur’an dan bagaimana memposisikan Qur’an di dalam sebuah Negara, karena anda tidak paham, sehingga anda baru sebatas mimpi saja ingin menengakkan Negara Islam, karena Negara yang anda ingin perjuangkan gk tau kerangka dasar berfikirnya.
Agustus 5, 2011 at 4:00 pm
Negara Islam
banyak yang tidak mengerti kalau negara Islam itu hanya satu dimuka bumi..sedang negara lain yang pemimpinnya telah berbai’at kepada pemimpin tertinggi Islam maka dia berhak memimpin ummat dinegara masing-masing…
QS 33:6 disebutkan kata “al arhaami”
yang dimaksud adalah proses penggantian pemimpin tertinggi Negara Islam haruslah orang-orang yang berada di wilayah yang sama dengan Negara yang Alloh telah berikan karunia atasnya yaitu NKA NII
untuk negara anggota yang berserikat dijelaskan di QS 30:19-27
yang paling ironis adalah QS 30:21 sering disalah artikan sebagai ayat pernikahan..sungguh bodoh!!!
lihat ayat 21 yang menyebutkan diciptakan dari tanah yang maksudnya adalah manusia akan berbeda negara tergantung dari tanah kelahirannya…
lihat ayat 23 yang menyebutkan waktu tidur malam dan siang yang artinya adalah negara anggota seluruh komponen ummatnya tergantung dari petunjuk iman dan taqwa yang diberikan dari negara induk yaitu NKA NII.. untuk itulah diselenggarakan hajji yang bermakna sebagai penerangan keimanan yang bersifat universal…
untuk kata “mmuhammadun”
ada tiga kata yang disebutkan
QS 3:144 dan QS 33:40 berbeda dengan QS 48:29 untuk hal ini mohon dilihat tanda nun pada akhir kata…
QS 3:144
bermakna masa kepemimpinan Imam Tertinggi adalah hingga akhir hayat…
QS 33:40
bermakna kepemimpinan Imam Tertinggi bukan bersifat keturunan darah sepeti raja dan tidak ada dualisme kepemimpinan di muka bumi
QS 48:29
untuk seluruh pemimpin ummat yang selalu meninggikan dua kalimat syahadat
yaitu
Aku bersaksi bahwa tidak ada petunjuk melainkan dari Kitab Alloh dan Negara Alloh
dan Aku bersaksi bahwasannya orang-orang yangmeninggikan kedua petunjuk itu adalah perwakilan Alloh…
banyak orang yang tidak tau makna syahadat sehingga mereka tidak sadar dan menjadi orang-orang yang merugi..
mohon pahami dulu secara benar mana kata yang mengandung nilai langit dan mana kata yang mengandung nilai bumi
jangan menjalankan sesuatu tanpa ‘ilmu Alloh
sungguh sangat disayangkan…
Agustus 11, 2011 at 1:33 am
Lha ngomongin Negara kok ngomongin Qur’an lagi, Qur’an lagi, gk tepat sasaran pula, kalo ngomongin Negara harus pake Kajian Negara.
Anda tau gk berapa banyak ayat2 qur’an yang menjelaskan tentang Negara?
Anda paham tidak bagaimana sebenarnya Negara Islam yang dibangun oleh Rosul?
Anda paham tidak, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali itu jabatannya apa di pemerintahan Madinah?
Kalo ngomongin negara maka hal2 seperti itu yang harus anda pahami kawan, bukan balik lagi membahas kajian2 aqidah, kapan Islam bisa menan.
Saya kira kalo sy tanya klasifikasi ayat yang menjelaskan tentang aqidah itu ada brapa ayat, anda juga gk tau (kalo tau y bagus sebatas itu heheh..)
Agustus 15, 2011 at 4:43 am
Bung Joni mau nguji ni, boleh juga tadinya ane gk mo komen eee menarik juga, Bung Joni memang perkara Negara bukan hal yang main2 apalagi namanya negara Islam, sebab ane punya keyakinan jangan berharap kita ini menang sebagaimana kemenangannya Rasulullah terhadap orang2 kafir, kalau diri kita masih ada kemusyrikan, merasa benar orang yang lain salah, perjuangan menegakan syare’at bagi seorang muslim harus suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan, bung Joni ane sudah beberapa kali menulis komen ini, kalau memang anda tahu, coba jangan bertanya terus, berikan penjelsan secara gamlang disini atau buat blogs sendiri agak kita semua bisa baca, kalau bung bertanya terus bikin ane penasaran kayak apa sih buah pikiran bung Joni, begituuuuuuu………
Agustus 16, 2011 at 1:29 am
To : Ajhay
Bung ajhay, boleh juga kita diskusi nih, kirim aja kapan waktunya kita bisa bersilaturrahmi ke email saya di jonindo99@yahoo.com. Ane tunggu y…
Agustus 6, 2011 at 7:01 am
aswb,pak abu gmna cr ktmu sm bapk myt,sy ingin berdiskusi dgn beliau krna sy adlh warga dr nii-trb domisili lampung
Agustus 7, 2011 at 8:46 am
aswb.gmna nih pak abu kok komentar sy blum dibals,dmna sybs ktmu dngan nii myt dilampung
Abuqital1:
Saya sudah balas ke email akhi, mohon di cek.
Agustus 10, 2011 at 7:03 am
Jazakallah Khoiron Katsiron, atas info Ied Fitri, lanjutkan terus perjuangan.
Agustus 10, 2011 at 7:11 am
Pak Joni Nampak sangat kurang berkenan NII,atau perjuangan warga NII yang semakin eksis, jadi wajarlah….
Agustus 10, 2011 at 9:37 am
Anda salah kawan, saya justru prihatin dengan warga NII bangga dengan faksinya, padahal tidak paham apa itu NII, termasuk anda gk ya heheh
Agustus 13, 2011 at 7:49 am
Kalau anda merasa paham seharusnya berikan solusi, jika anda mempunyai kemampuan tentu bisa menulsinya disini atau lewat blog, jika anda tahu kemudian anda sembunyikan adalah kesalahan.
Agustus 16, 2011 at 1:24 am
To: Ajhay
Saya kira solusi ini tidak akan pernah hinggap dengan tipe orang2 yang masih kental dengan kebanggan faksinya, kecuali anda mau berlaku jujur dan komitmen secara murni untuk melanjutkan kebenaran Islam tanpa memandang golongan2 / faksi2 yang ada, karena kalau anda masih seperti itu, anda tidak akan pernah bisa menerima kebenaran walaupun kebenaran itu telah nyata dihadapan anda.
Agustus 10, 2011 at 2:05 pm
APA TIDAK SALAH ORANG2 YG NGAKU PENGIKUT NII FAHAM MASALAH ULUMUL QUR’AN DAN ULUMUL HADITS. SETAHU SAYA PARA PENGIKUT NII ITU CUMA ORANG2 YG KECEWA AKAN KEADAAN UMAT ISLAM SENDIRI. MENGAPA HARUS BERPIKIR SECARA RADIKAL BUKANKAH ISLAM ITU MENGAJARKAN UMAT ITU UNTUK CERDAS DAN BERILMU.
Agustus 11, 2011 at 1:38 am
Nah kalo ini jelas kesimpulan yang keliru kawan, saya kira anda harus membuka diri dulu untuk memahami tentang NII, agar anda paham dan dapat mengambil kesimpulan.
Justru si M. Natsir pimpinan Masyumi tuh yang kecewa berat ame si Karno nyang ngebubarin tuh Sidang Konstituante tahun ’66 yang mayoritas Masyumi menang ’90% suara, ampe balik lagi die ke Sumatera Barat buat ngediriin Negara Islam, baca buku sejarahnya nyang bener sir.
Agustus 13, 2011 at 7:52 am
Coba hal ini anda berikan penjelasan yang lengkap tentang Bapak M. Natsir (Allahuyarham), agar generasi muda bisa baca.
Agustus 16, 2011 at 1:18 am
Mending anda cari sendiri aja, dan anda yang paparkan, disini sy bukan bicara figuritas dari tokoh apapun, tapi idiologinya, saya kira anda bisa menangkap maksud saya ternyata tidak.
Jangankan M. Natsir yang idiologinya gk jelas, Pak Imam SMK aja, ane gk tertarik buat maparin sosoknya, karena bukan sosok figur yang penting kawan, tapi aplikasi dari idiologi yang dibangun oleh figur itu yang penting.
Agustus 16, 2011 at 5:00 am
Bung Joni
Baoak M. Natsir itu sudah jelas kiprahnya di kancah politik nasional sebagai pendahulu kita, bukan bicara figur, lepas dari kelebihan dan kekurangan seseorang perlu kita ambil sisi baiknya, apa anda sudah merasa telah lebih berjasa di Repiblik ini sehingga anda bisa menilai seperti itu, Imam SMK sudah jelas menurut sebagian orang bliau adalah pemberontak, wajar kalau anda gak tertarik, kalau anda mengatakan Imam SMK bukan sosok yang penting Justru saya berkata sebaliknya, penting untuk dikaji aplikasi dari idiolginya.
Agustus 16, 2011 at 6:58 am
Saya bukan menilai M. Natsir, beliau cukup kiprahnya di kancah politik, tapi yang saya sesalkan dari beliau adalah beliau tidak Istiqomah dalam mengusung Islam, itu saja, bukankah beliau kabur dari Masyumi dan balik ke sumatera barat buat mendirikan Negara? lalu bagaimana orang2 yang ada di Masymi ketika itu? dan taukah anda siapa yang mendukung beliau? yaitu para mujahid2 DI Aceh.
Saya kira anda bisa menilai sendiri kalau anda objektif bung Ajhay
Kawan Ajhay, sosok2 para pendahulu kita bukanlah sesuatu hal yang untuk diagung2kan, tapi sebagai hikmah pelajaran dari perjalanan sejarah yang ia telah jalani, sebagai bagian perbaikan untuk sejarah ke depan, bukan begitu?
Agustus 23, 2011 at 4:44 am
Kawan Joni, Benar……! kita tidak perlu mengagungkan pigur siapapun, tapi penghormatan kita penting artinya selaku generasi muda, ya…apapun penilaiannya min atau plus namanya juga manusia, karena para pendahulu kita sebagai pelaku sejarah pada saat, sekarang kitalah sebagai pelaku sejarah, mau kita bawa kemana bangsa ini atau generasai muda diabawah kita, tergantung pola pikir yang kita sampaikan kepada mereka tentunya, ya kalau saya terus terang saja sekuat kemampuan yang ada akan terus berjalan…kearah DAARUL ISLAM meskipun pengetahuan tentang DAARUL ISLAm saya belum sebesar biji sawi bahkan belum seperseribunya biji sawi,….ya namanya cita2, kalau saya gak punya cita2…mana bisa saya punya rumah nanti buat anak cucu yang namanya DAARUL ISLAM, perkara kapan jadi atau selesai rumah itu soal lain….yang penting kita jalan terus…..mumpung-mumpung masih hidup…..hidup adalah langkah….langkah kita mengarah kepada satu titik….yakni kematian, sebelum mati kita berwasiat dulu lanjutkan ya nak rumah kita yang belum jadi ini DAARUL ISLAM….begitu.
Agustus 22, 2011 at 2:27 am
Subhanallah. jzkllh atas Semua komentar nya yg sangat menarik dan menjadi sebuah ilmu untuk diri saya..jazakallah bpk joni, bpk ajhay. bpk abdullahkhoir.Dan rekan yg lain nya.Subhanallah Semakin jelaslah sudah akan kebenaran nya.yg dimana pada umum nya masyarakat indonesia sangat alergi dan membenci pada pergerakan yg mengatas namakan NII Atau DITII.
Terbuka lah suda akan kebenaran ini semua.Alhamdulillah ya allah engkau telah mebukan hati hamba yg lemah ini.
Agustus 29, 2011 at 4:00 pm
buat joni
jon….saya mau bertanaya apa sih maunya kamu apakah menurutmu hanya pendapatmu yang benar dan orang NII adalah orang yang sesat…aku pengin lihat seberapa jauh sih… yang sudah kamu lakukan untuk kemaslahatan umat islam… apakah kemampuanmu hanya mencela, supaya warga NII lalu bubar.. bukankah itu tujunmu… lalu kamu tertawa terbahak-bahak, apakah kamu tidak sadar itu pekerjaan setan..? mbok ya biarkan mereka yang sedang mencari karunia disisi Alloh, masalah bener tidaknya itu ursan Alloh. dalam prinsip merekan pun tidak pernah menganggap dirinya yang paling benar, coba pahami dalam bai’at mereka “semoga Alloh membenarkan baeat yang saya nyatakan ini” ini membuktikan bahwa diluarsanapun ada kebenaran hanya mereka mencoba mencari jalan kebenaran yang mudah-mudahan Alloh membenarkan perjuangan mereka, mereka itu tidak menyombongkan diri, justru aku melihat kamulah yang sombong seolaholah kamulah yang paling benar. coba pahami ayat ini
Al Hujuraat : 11
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
ayat diatas jelas tegoran buat orang-orang yang wataknya seperti kamu, dan belum tentu kamu lebih benar dari mereka, mereka lagi berusaha mencari Wasilah yang lebih mendekatkan kepada Taqwa. terus terang saya masih sendiri belum masuk diantara mereka tapi saya sudah banyak mempelajari NII dan saya yakin itu adalah salah satu perjuangan umat islam yang harus di motifasi bukan malah sebaliknya. aku tahu kalian pandai tapi janganlah mempunyai sifat seperti iblis … merasa lebih dari yang lain. yang berhak kamu cela itu mereka yang mempunyai sifat seperti orang yahudi dan Nasrani yang suka merobah kalam-kalam Alloh dari tempat-tempatnya. mereka yang suka berwala dengan orang orang kafir dan mereka yang bermusyawarah untuk menentang Alloh dan membuang Hukum-hukumnya. dan menggantikanya dengan ide-ide iblis yang dikiranya idenya mampu untuk mengatur manusia. kita ini perlu wahyu bukan teori.
wahai sijon… ketahuilah yang bersalah itu fir’aun bukan mereka,, .. apakah karena mereka beriman kepda Alloh karena tidak sesuai dengan kehendakmu lalu kamu mencela mereka ..? jadi apakah kamu sudah berbicara langsung dan dikasih tahu oleh Alloh..? ingat kamu itu manusia biasa seperti kita-kita. sunah rosul selalu berbeda-beda di setiap zaman tapi sunah Alloh itu tetap tidak pernah mengalami perubahan. yang penting dalam perjuangan mereka yaitu mentauhidkan Alloh. tidak sama cara memperjuangkan islam di cechnia dengan di afganistan, dan afganistan tidak sama dengan di iraq dan di iraq tidak sama dengan indonesia, Rosullulloh hanya mencontohkan garis besarnya saja. yaitu mentauhidkan Alloh hingga tercapai din yang sempurna yaitu Khilafah islam.
September 4, 2011 at 7:30 pm
Ass… maaf nie mau tanya,. ada gak ya ayat yang mrentah kita bikin negara?
September 25, 2011 at 1:20 am
apa buktinya? jika sudah ditemukan paparkan yang jelas
bagi ikhwan sekalian yang mau lebih dekat mengenal joni silahkan search alamat facebook joni indo
atau silahkan cari dari facebook langsung dengan email
jonindo99@yahoo.com
September 4, 2011 at 7:31 pm
Ass… maaf nie mau tanya,. ada gak ya ayat yang mrentah kita bikin negara?
September 7, 2011 at 12:35 pm
Akhir…James Ferdinan
Al Qur’an adalah pedomah buat semua manusia Hudallinas….sebagai furqon atau pembeda yang haq dan yang bathil, Al Qur’an sudah ssangat lengkap mengatur manusia dari berkeluarga, bermasyarakat bernegara, sudah termasuk Hukum Pidana dan Perdata ada dalam qur’an, lantas dimana undang-undang yang bersumber dari Alqur’an (UUQ) ini mau diterapkan kepada manusia kalau tidak ada lembaga atau tempat, sementara bumi beserta isinya ini Milik ALLAH jadi kita bisa pilih mo ikut hukum buatan manusia atau hukum yang diturunkan Allah melalui RasulNya…..silahkan simak…… kita perlu negara atau tidak….kalau seorang muslim tidak bercita-cita mendirikan sebuah negara…ya begini jadinya kita cuma jadi budak kaum kafirin,…difitnah….sebagai teroris….
September 14, 2011 at 7:36 am
bagaimana menurut akang dengan ayat Qur’an : “baldatun toyibatun warobun ghafur”
atau
“Jikalau semua penduduk negeri itu” beriman niscaya Allah akan …. ”
Penduduk suatu negeri apakah sama dengan penduduk suatu negara
???
Dulu pernah berdiri Daulah Islam itu fakta lho! Mungkin karena sejak kecil kita diajarkan bahwa yang namanya DI/ NII adalah pemberontak kepada NIRI hal ini terbawa sampe kita dewasa-tua hingga sekarang. Maka tak heran kalau kita punya anggapan NII itu pemberontak/ sesat (dimata NKRI dan pendukungnya). Inilah doktrin2 yang disebarkan kepada kita sejak dari SD yang menyatakan bahawa NII itu pemberontak!
knp disebut doktin? karena mayoritas dari kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi kita sudah meyakininya tanpa melihat secara keseluruhan apa yang terjadi.
Fakta juga lho klo NII itu ada bebera sempalan2 NII yang merusak baik ke warga dalam NII-luar. Siapa yang tidak kenal Az-zaitun yang merusak aqidah dan citra Islam. Ataupun tokoh DII yang sengaja menjual aqidahnya demi Harta-kekuasaan-wanita. Ataupun tokoh-masyarakat NII yang di manfaatkan oleh musuh2nya untuk membunuh-merampok-mengeksploitasi harta benda warganya.
yang perlu di ingat Islam tuh “Dien” dan dien itu bukan berhenti sebatas dinegara saja, melainkan sampai khilafah fil ‘ard. Walaupun Mustahil bisa mencapai khilafah fil’ard klo tidak ada baldah/ negara2 yang tauhid kepada Allah SWT. karena khilafah fil’ard itu terdiri dari negara-negara yang bertauhid kepada Allah SWT.
Mari belajarlah Islam karena seperti yang kita tahu bahwa : Dien yang diridhoi Allah SWT hanya Islam. carilah Ilmu tentang Usuludin dan berkomitmenlah serta pegang kalimat tauhid itu dan perjuangkan sampe mati.
Abuqital1:
Jazaakalloh akhi atas tadzkirohnya. Berbicara tentang perjuangan NII sebenarnya telah dibuat oleh Ulama Indonesia terdahulu pada tahun 1948 yang disebut KONFERENSI CISAYONG (http://abuqital1.wordpress.com/wp-admin/comment.php?action=editcomment&c=1725).
Oleh karena itu pada masa kini kita sifatnya melanjutkan perjuangan tersebut yang belum tercapai yang diwujudkan oleh PEMERINTAH NII DALAM MASA PERANG (DARUL ISLAM FI WAQTIL HARBI) dalam bentuk MARHALAH JIHAD NII (http://abuqital1.wordpress.com/marhalah-jihad-nii/).
Jika kita mengacu pada konferensi Cisayong maka perjuangan ummat Islam bangsa Indonesia mundur satu langkah setelah diproklamirkannya NII yakni “KEHILANGAN DAERAH BASIS” akibat peperangan antara NII vs Salibis (RIS+Belanda) pada waktu itu. Oleh karena itu pada masa kini tugas kita yang terdekat adalah mewujudkan point 3 dan 5 konferensi Cisayong tersebut. Dan jangka panjangnya adalah point 6 dan 7.
Tentu perjuangan tersebut sangatlah berat, penuh pengorbanan dan dibutuhkan kesabaran dan kekuatan. Kami disinipun tidak menutup mata terhadap Mujahid Indonesia di shoff lain yang berjihad dengan ikhlash di Indonesia. Kami disini sekedar mengingatkan kembali bahwa jika dalam hati dan jiwa kita masih terpatri BAI’AT NII dan SAPTA SUBAYA NII marilah kita kembali kepada konstitusi NII sebagai langkah awal untuk menghimpun kekuatan Mujahid yang berada disegenap bumi Indonesia ini untuk menghancurkan BERHALA GARUDA.
September 15, 2011 at 10:33 pm
saya muslim pembelajar menyenangkan sekali dapat membaca pikiran akhi sekalian memalui komentar diatas
orang yang baik dapat dilihat dari apa yang ia tuturkan
karena sering kali apa yang tampak adalah sebuah keputusan terakhir dari apa yang ia pikirkan
terimakasih sudah terbuka
sekedar mengingatkan bahwa apa yang di ucapkan pasti ada pertanggung jawabanya
jangan mempermalukan diri diblog yang telah banyak dibaca orang
jangan menyampaikan kebenaran dengan cara yang buruk, karena hal itu dapat menghalangi seseorang menerima nasihat kita.
sekian dari dari saya, semoga Alloh mengampuni kita atas kesalahan kesalahan kita
Abuqital1:
Jazaakalloh atas tadzkirohnya…
September 20, 2011 at 5:47 pm
sampai kapan kalian akan berselisih dan memperolok-olok Negara Alloh yaitu Negara Islam Indonesia dengan kepemimpinan Imam MYT..
untuk bisa meyakini berdasarkan Al Quran yang berbahasa arab untuk pemahaman adanya Proklamasi NII 12 syawwal 1368H dan MKT 1959 mohon pahami kata “ar-raqiym” yang dimaknai adanya peninggalan secara tertulis bagi generasi selanjutnya…
penduduk NKA-NII saat ini baru tunduk terhadap Al Quran bukan beriman…karena mereka semua masih menggunakan ilmu serta pemahaman yang berasal dari manusia walaupun mereka mengatakan hal tersebut asalnya dari Al Quran..
untuk mendeteksinya mudah saja bagi saya walaupun pemahaman akan ilmu Alloh baru 6 bulan berjalan dan dibimbing oleh sesuatu kekuatan yang saya tidak dapat melihatnya…
sebagai bukti bahwa mereka masih menggunakan pemahaman turun temurun:
-kata “tauhid” tidak ada satupun tertulis dalam Al Quran berbahasa arab namun selalu diagung-agungkan dalam keterangan keimanannya…
-mereka tidak bisa membedakan AlQuran dan ilmu manusia dengan selalu menggunakan terjemahan yang jelas-2 para pembuat terjemahan itu pengabdi NKRI yang notabene negara yang telah ditandai kemurkaan Alloh.
-dan merekapun tidak ada yang mengerti atau paham memngenai ilmu Alloh tentang 7 langit..
Namun hal ini terjadi karena kehendak Alloh..orang-orang yang berada didalamnya adalah orang-orang pilihan dan telah mendapat pengakuan dari Alloh..Oleh karenanya saya dan mereka akan menyatu bagaikan bersatunya ilmu langit dan bumi..salah satunya tertulis disurat 18 dimana pertemuannya nanti atas kehendak Alloh…
kapan pertemuannya itu?
setelah peristiwa besar 11 dzulqaidah 1432 H atau bertepatan dengan 8 oktober 2011..(QS 12:1-5)
silahkan saksikan jika Alloh sudah menetapkan dalam Al Quran dan pasti terjadi…
Negeri Arab akan diratakan tanah dan beberapa Negeri lainnya…
QS 15, QS18, QS 50, QS 77
mengapa Arab?
karena banyak yang salah mengerti dikarenakan beberapa hal yang terkait dengan kata yang terdapat dalam Al Quran..sehingga tidak bisa membedakan yang benar dan yang salah…
salah contohnya kata “Masjidil Haram”
yang secara ilmu Alloh adalah tempat-tempat yang terkait dengan ketetapan Alloh.
Masjidil Haram saat ini (akhir jaman)berada di bumi Indonesia yang diberi nama NKA-NII yang seterusnya akan menghimpun ummat Islam seluruh dunia (Hajj)
sebesar apa keyakinan saya?
jika diantara kalian bisa mengerti satu kotak saja dari tabel asma’ul husna maka saya ragu…namun kenyataannya tidak ada satu orangpun didunia yang memahami maksud Al Quran dengan alat bantu tersebut…karena kalian adalah kaum yang tidak mengerti…
Al Quran itu mengandung nilai keselamatan yang tinggi jadi jangan dibaca pakai suara yang merdu…gunakan mata yang terikat dengan hati yang taqwa untuk memperhatikan tanda-tanda yang banyak terdapat didalamnya…
akhir kata…
sehebat apapun saya dalam menyampaikan atau sehebat apapun ummat membesarkan NKA-NII, tidak akan tercapai segala sesuatunya jika tanpa kehendak dan kekuatan Alloh
footnote:
mohon abuqital
untuk bahas QS 12:1-5 gunakan ahli kitab sebanyak 20 orang yang mempunyai spesifikasi kematangan ilmu bahasa dan hadist dengan baik secara bahasa arab..jika kalian orang-orang yang beriman kepada Al Quran maka akan mengakui kebenarannya…
mintalah tanda dari Alloh dalam memutuskan..semisal minta diberi tanda dengan mendung atau hujan…
dibuka sedikit QS 12:4
kawkaban=hari kesebelas
syamsi=tahun kesebelas perhitungan peredaran matahari
qomar=tahun kesebelas perhitungan peredaran bulan
untuk memastikan “harinya” gunakan hadits yang mengatakan tanda kebangkitan diakhir jaman adalah dengan mengangkat jari telunjuk dan jari tengah yang berarti angka tujuh dalam bahasa arab yang bermakna hari sabtu
sajidiyna=kebenaran Al Quran
23 syawwal 1432H | 21 september 2011
abdullah khoyr
September 25, 2011 at 12:49 am
oh begitu ya
mas joni memang padai menghina
saya pensaran dengan siapa yang telah menjadikan joni jadi seperti ini
September 25, 2011 at 1:21 am
bagi ikhwan sekalian yang mau lebih dekat mengenal joni silahkan search alamat facebook joni indo
atau silahkan cari dari facebook langsung dengan email
jonindo99@yahoo.com
September 25, 2011 at 4:38 am
akhi terima kasih atas komentarnya,
ingatlah bahwa orang munafik itu seperti abdulloh bi ubaid,
orang yang bersedekan sedikit jika dilihat orang munafik akan dikatakan PELIT,
namun akankah kita berhenti bersedekah?
orang yang bersedekah banyak jika dilihat orang munafik akan dikatakan RIYA
namun akankah kita berhenti hanya karena difitah riya?
orang yang berbuat baik jika bertemu dengan orang munafik akan dikatakan CARMUK (CARI MUKA)
NAMUN haruskah kita berhenti berbuat baik?
orang yang berjihad jika dilihat orang munafik akan disebut TERORIS
NAMUN PERLUKAH KITA MENGURUNGKAN JIHAD KARENA DISEBUT TERORIS?
PASTI TIDAK
HANYA ORANG YANG TIDAK BERIMAN PADA ALLOH SAJA YANG MUNDUR KARENA ITU
TERSERAH JONI MO BILANG APA?
DOAKAN SUPAYA ALLOH MEMBALAS APA YANG DIKATAKAN JONI
September 26, 2011 at 2:02 am
kami sudah membangunya dan kami tahu siapa kami ini
September 26, 2011 at 2:04 am
tertaawalah dan perhatikan siapa yang tertawa terakhir kali
Desember 28, 2011 at 4:28 pm
orang2 sakit jiwa anda kok masih hidup dibumi pertiwi ya?
Desember 28, 2011 at 4:32 pm
NII emang sesat, tak dapat dipungkiri lagi.
isinya orang2 sakit jiwa.
hmm. harus ada yg bisa ngasih terapinya.
Januari 6, 2012 at 3:12 am
mau tanya nie..klo emang NII masih ada, dimana dan dlm bentuk apa?
Januari 6, 2012 at 5:27 am
ck..