(Arrahmah.com) – Allahu Akbar! Syaikh Usamah bin Ladin resmi dinyatakan telah syahid oleh forum jihad Syumukh al Islam. Statemen resmi ini disampaikan oleh Pimpinan Umum Tanzhim Qoidatul Jihad, yang lebih dikenal dengan Al Qaeda, melalui media Islam Al Fajr. Statemen ini baru dirilis di forum jihad Syumukh al Islam sekitar sejam yang lalu. Klik Disini
Oleh karena itu sikap seorang Muballigh, Mujahid dan Muwahhid: Selalu tegar dalam Jihadnya
dan harus senantia istiqomah menjalankan perintah Alloh ‘Azza wa Jalla dengan semaksimal kemampuan berusaha.
Mei 10, 2011 at 7:10 am
Rujukan NII, yg bener aja bos…! Coba antum search di om google keyword ‘tim osama’, wallahu’alam
Juni 5, 2011 at 4:48 am
Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar…..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd
subhaana allaahi ‘ammaa yashifuuna [37:159]
subhaanahu wata’aalaa ‘ammaa yusyrikuuna[39:67]
[68:1] Nun (Nuurulloh-> Cahaya Alloh), demi qalam(perkataan[kalimat,ayat]) dan apa yang mereka tulis
Banyak sudah kekacauan dan hiruk pikuk dalam memahami Hikmah yang Mulia dan Agung yang terkandung dalam Al Qur’an yang disalah artikan oleh orang-orang yang mengaku beriman kepada Alloh dan Hari Akhir. Sehingga banyak perselisihan yang timbul dalam kalangan ummat yang mengaku dibawah Panji Islam dikarenakan mereka tidak mengerti apa itu iman kepada Alloh, apa itu taqwa kepada Alloh, apa itu iman kepada Alloh dan Rasul-Nya dan apa itu iman dan takwa kepada Alloh dan Rasul-Nya.
Mereka menyembelih yang pokok (Al Qur’an) dan mendahulukan yang wasilah yaitu menghidupkan perkataan Nabi (hadist saw) dari perkataan-2 manusia (ulama,ahli kitab, pemimpin) yang semua itu diserupakan (syubbiha,mutasyaabihan,tasyaabahat,mutasyaabihaatun) dan diceritakan (yang telah Alloh tentukan -> likalimatillah-> Al Qur’an) dalam surat Al Qashash (cerita) ayat 4. Sesungguhnya Alloh Maha Melihat, Maha Mengetahui.
[50:1] Qaaf (qawmi), Demi Al Quran yang sangat mulia.
[71:23] Dan mereka(al-khaasiruuna) berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan “aalihatakum” dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr
likalimati rabb -> Kisah Nabi Nuh a.s
wadd, dan suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr -> nama orang-orang sholeh terdahulu-> dijadikan pedoman petunjuk (aalihatakum)
Hikmahnya adalah :
Saat ini banyak yang menjadikan kitab(kalimat,ayat) orang-orang sholeh sebagai petunjuk utama dan melupakan hikmah Al Qur’an sehingga tidak menghasilkan ilmu Alloh dengan sebenar-benarnya.contohnya; kalimat tauhid, aqidah, rukun iman, rukun islam, ma’rifatullah, ma’rifatuddin, hadist ahad, hadist qudsi, hadist shahih dlsb yang semuanya adalah kiasan/lagu/tata bahasa dari mereka yaitu ulama,ahli kitab, pemimpin ummat(lahni alqawli -> 47:30)
dan Mereka diserupakan seperti lalat [22:73] yaitu orang-orang yang suka mengotori makanan (petunjuk iman) dan minuman (petunjuk taqwa)
Segeralah bertobat sesungguhnya Alloh Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat, jika tidak…INGATLAH; setiap detik,setiap menit,setiap jam, setiap waktu jika Alloh berkehendak mengambil sesuatu dari diri anda semua (mata,hati,akal,nyawa) maka tidak ada satu orangpun yang dapat mengelak.
Dan bagi anda yang masih dibawah pemerintahan yang bathil(rusak->membuat kerusakan) NKRI, dibawah jama’ah yang su’u (buruk) banyak sekali males nulisnya, atau dimanapun anda berada di muka bumi ini, jika tidak beriman dan bertakwa kepada jama’ah yang haq, maka tunggulah keputusan Alloh.
dan mereka diserupakan dalam surat 29 ayat 41
Hal ini disebabkan karena mereka tidak mengerti Alloh dengan petunjuk “lahu” dengan tajwid -> kata ganti kepemilikan (langkah 3 Iman kepada Al Qur’an)
sehingga banyak yang salah dan yang lebih dasyat perbuatannya adalah ada kata “lahu” tersebut salah mencetaknya dalam kitab.
l(tajwid)ahu->[2:116][2:184][2:233*seharusnya tanpa tajwid ->ayah][2:233][2:255*][4:11][4:85][4:171][5:45][6:101][7:148][11:103][12:77][17:111][18:1][18:43][19:7][20:39][22:30][22:64*][25:2][30:26][38:19][39:2][39:11][39:14][39:44][39:63*][57:5*][57:13][65:2][65:4][90:8][112:4]
yang diberi tanda * ada beberapa kitab yang menuliskannya tanpa tajwid..sungguh terrrlaaluuuu….
[38:1] Shaad (shiraatha), demi Al Qur’an yang mengandung peringatan
[68:48] Maka bersabarlah terhadap ketetapan rabbika(Al-Qur’an), dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdo’a sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).
likalimati rabb -> Kisah Nabi Yunus a.s
Hikmahnya adalah :
jangan memohon kepada Alloh akan keuntungan yang besar dalam perniagaan(alfawzu al’azhiimu ‘alaa tijaaratin) jikalau masih menggunakan “petunjuk dari kegelapan” untuk memerangi orang-orang munafiq dan orang-orang kafir!!!
**********************
Ingatlah !!!
khaliifatan fii al-ardhi di Akhir Jaman sudah ditentukan Alloh dan karunianya diberikan kepada NKA-NII(12 Syawwal 1368 H) yang berada disebelah timur bumi yaitu bumi Indonesia berdasarkan [2:149]alhaqqu min rabbika(Al Qur’an) ->[2:128]->[30:28] perumpamaan -> al-ahillati [2:189]
dan anda shalat harus/wajib/sangat diwajibkan menghadap ke timur sebagai bukti ketaatan dalam beriman dan bertakwa kepada Alloh -> [2:143]
jika tidak…….
[28:85] Katakanlah: “Al Qur’an mengetahui siapa saja yang membawa petunjuk Alloh dan siapa saja yang dalam kesesatan yang nyata”.
[26:213]falaa(maka janganlah) tad’u(menyeru) ma’a(bersama/yang menyertai) allaahi(Al Quddus -> Maha Suci) ilaahan(ilah-2) aakhara(yang lain yang mensifati kata ilah) fatakuuna(maka adalah) mina almu’adzdzabiina(orang-orang yang di’azab)
terjemahan secara Hikmah :
Maka Janganlah menyeru sesuatu yang berhubungan dengan Alloh dengan istilah “illah” jika pengertian kata-nya lain, maka akan menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang di ‘azhab
terjemahan secara Peringatan :
Jika tidak mengerti istilah “Ilah” jangan mengaku mengerti ilmu Alloh, nanti terjerumus lho dalam ‘azhab Alloh yang sangat pedih.
Pengertian Ilah ;
Ilah – > petunjuk -> Yang disampaikan (ucapan kalimat,ayat,kitab), yang menyampaikan (ahli kitab, ulil ‘amri)
yang harus digaris bawahi adalah Huwa yang harus(sangat diharuskan) sesuai dengan yang telah Alloh tetapkan [qadaruu allaaha] di Al Qur’an.
maa qadaruu allaaha haqqa qadrihi[22:74]
wamaa qadaruu allaaha haqqa qadrihi[6:91][39:67]
(Huwa-> bismillah [1:1]-> dengan nama Alloh -> bismi rabbika [96:1]-> dengan nama rabb-> kalimat Alloh -> kalimat Rabb -> Al Qur’an)
[3:154]al-amra kullahu lillaahi -> urusan/ketetapan seluruhnya bedasarkan lillahi (likalimaati allaahi)
[3:73][57:29] alfadhla biyadi allaahi -> karunia itu pemberian(biyadi/dengan tangan) Alloh -> bukan manusia yang menentukan Khilafah Alloh
Alloh telah memberikan Karunia yaitu ad-daaru al-aakhirata (alwasiilata ash-haabu aljannati)
yaitu Negara Karunia Alloh yang telah ditetapkan 12 Syawwal 1368 H
yang keberadaannya secara lengkap di surat A Kahfi
tentang letak Khilafah Alloh -> surat A Kahfi [18:83] -> Nabi Dzulkarnain a.s
tentang 3 imam -> surat A Kahfi [18:82] -> Nabi Musa a.s
[36:14]fa’azzaznaa -> dibentuk dari kata al’izzata-al’izzati -> bukti keperkasaan/kekuatan pemilik langit dan bumi Alloh azza wa jalla
NKA – NII -> Imam MYT
banyak juga ditemukan pada perkataan Nabi (Hadist saw) -> tentang akhir jaman, tentang panji hitam dari timur
untuk mengetahui kapan kemenangannya -> [18:12]->[18:25]->[19:94]->[23:113]
didukung dengan [8:9][8:65][8:66][22:47][29:14][32:5][70:4]
Petunjuk Ibrahim yang lurus
Alloh Alloh, Likalimatillah, Likalimatihi, Hudaallah
Ibrahim Alloh, Rasuulihi, bikalimatihi, Mu’min
ayat ke 1437 -> [11:73]
surat 14 ayat 37
cara kemenangannya -> insya Allah dalam keadaan aman[48:27]
*Masjidil Haram -> dibangun disaat amirul mukminin Umar bin Khattab ra
Arti Masjidil Haram secara Hikmah dan Ilmu Al Qur’an -> Tempat sujud yang dimuliakan Alloh
**********************
[50:45]fadzakkir bialqur-aani man yakhaafu wa’iidi -> Maka berilah peringatan siapa saja yang takut terhadap Ancaman-Ku
surat 20 : thaa haa -> tharaaiqa hudan
[20:21] Allah berfirman: “Peganglah ia(Hudan) dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula
[2:175] Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan bi-alhudaa(apa hudaa-nya, siapa yang menyampaikan hudaa-nya) dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
Ya Alloh saksikanlah, hamba Alloh sudah menyampaikan amanah-Mu, Maha Suci Engkau dari apapun yang mereka sifatkan, Maha Suci Engkau dari apapun yang mereka persekutukan.
Juni 5, 2011 at 5:18 am
alhamdu lillaahi faathiri alssamaawaati waal-ardhi jaa’ili almalaa-ikati rusulan ulii ajnihatin matsnaa watsulaatsa warubaa’a yaziidu fii alkhalqi maa yasyaau inna allaaha ‘alaa kulli syay-in qadiirun
[35:1] Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan(rusulan) (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap(ajnihatin), masing-masing (ada yang) dua(matsnaa), tiga(watsulaatsa) dan empat(warubaa’a). Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
****************************
sayap 2->iman dan taqwa
sayap 3->kalimat Alloh[iman], kalimat Rabb[taqwa], al-asmaau alhusnaa [Yang Memberi Sifat]
sayap 4->yang memberi perintah(Alloh)[iman], yang memerintah(Alloh)[takwa],yang di katakan(kalam->kalimat yang dituliskan->ayat->kitab->rabb)[iman], yang mengatakan(kitab->rabb)[taqwa]
yang memberi perintah(Alloh)=>yang di katakan(kalam->kalimat yang dituliskan->ayat->kitab->rabb) => Al Qur’an(diinukum) ->laa ilaaha illaa allaahu ([47:19] [37:35] )
yang memerintah(Alloh)=>yang mengatakan(dengan kitab->rabb)=> Jama’ah(diinan) Allahu Akbar (al’aliyyu al’azhiimu)
****************************
[6:38]burung-burung(thaa-irin) yang terbang dengan kedua sayapnya(bijanaahayhi), melainkan umat (juga) seperti kamu(umamun amtsaalukum).
[24:41]dan (juga) burung(waalththhayru) dengan mengembangkan sayapnya(shaaffaatin). Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat(shalaatahu) dan tasbihnya(tasbiihahu)
[67:19] Dan apakah mereka tidak memperhatikan(yaraw) (diatas mereka) burung-burung(alththhayr) yang mengembangkan sayapnya(shaaffaatin) dan ia mengatupkannya(wayaqbidhna)? Tidak ada yang menahannya(yumsikuhunna->arti awalnya diamankan mereka[orang kedua jamak laki-laki]) (di udara) selain Ar Rahmaan.
(shaaffaatin)->gender perempuan->isim maf’ul(pelaku aktif),
kata dasar pembentuk -> faa faa shad haa nuun khaa kata benda -> jamak tidak teratur -> bentuk perempuan [ûna,îna,âti,âtu]-> untuk kata kerjanya atau kata sifatnya.
(bijanaahayhi)-> kata benda -> menerangkan kata sifat -> diikuti kata ganti kepemilikan (hi, hu)
ajnihatin,bijanaahayhi=janâha 17:24(sayap [dirimu]),janahû 8: 61([mereka]condong],faijnah 8: 61(dan hendaknya mereka condong),junâha 2:158,24:23,24,33:51,55(dosa-dosa),junâhun 2:198,24:29,58,60,61, 33:5(dosa-dosa)
pengertian dengan hikmah :
perbuatan/tindakan/perilaku ummat Islam harus didasari dengan iman dan taqwa kepada Alloh dengan perantara Al Qur’an(diinukum) dan Jama’ah(diinan) yang diridhoi-Nya
qadaruu allaaha => menghargakan(menentukan dengan yang telah ditentukan) Alloh => dengan tidak zhalim terhadap kalimat-Nya, ayat-ayat Nya.(menentukan/mengukur sesuatu yang Alloh telah tentukan dalam Al Qur’an)
[2:41]waaaminuu bimaa anzaltu mushaddiqan limaa ma’akum walaa takuunuu awwala kaafirin bihi walaa tasytaruu bi-aayaatii tsamanan qaliilan wa-iyyaaya faittaquuni
Dan berimanlah kamu dengan apa(sesuatu yang telah ditentukan) yang diturunkan kepadamu. Dan janganlah kamu yang pertama mengingkarinya.Dan Janganlah kamu menukar(tasytarû) dengan ayat-ayatku harga(tsamanan) rendah(qaliilan/sedikit). Dan kepada-Ku lah kamu harus bertaqwa.
Juni 5, 2011 at 5:23 am
Langkah-langkah Tujuh Langit yang bertingkat/berlapis (khuthuwâti sab’a samaawaatin thibaaqan)
[2:67,68,69,70,71]-> membedah Al Baqarah ayat 255
didukung dengan surat yang didahului haa miim ( hablullah [3:103], mu’min) -> surat 40,41,42(ain siin qaaf -> aayaat, suuratun, qabaa-ila),43,44,45,46 bedasarkan [12:43,46]
kemudian disempurnakan dengan surat 55 Ar Rahmaan dan surat 87 Al A’laa
————————————–
1. Beriman kepada kalimat Alloh
allaahu, [laa] ilaaha [illaa] huwa , alhayyu alqayyuumu
bentuk penjabaran-nya berdasarkan surat 20 Thaa Haa ( tharaaiqa, hudaalaahi ) ayat 8
Kalimat Alloh(iqra), Kalimat Rabbika(bismi rabbika), al-asmaau alhusnaa (alladzi Khalaq)
kalimatu allaahi [9:40][31:27] : allaahu
kalimatu rabbika [6:115][7:137][10:96][11:119][18:109] : [laa] ilaaha [illaa] huwa
al-asmaau alhusnaa [20:8][7:180][17:110] : alhayyu alqayyuumu
* Jumlah al-asmaau alhusnaa -> 99 -> [38:21,22,23,24,25]
saya jelaskan jika sudah memasuki pembahasan langkah 4 :
Ayat Muhkamaat (pemahaman yang diawali dengan pengertian tata bahasa Arab kemudian diakhiri dengan ilmu Alloh)
Ayat Mutasyaabihaat (pemahaman yang diserupakan dalam bahasa Arab)
Sehingga dengan pemahaman hikmah akan dapat dipahami jika Al Quran terdiri dari ketiga anasir tersebut.
Oleh sebab itu dalam perkataan Nabi(Hadist Nabi saw) surat Al Faatihah disebut pokok kandungan Al Qur’an (ummul kitab).
Dan begitu pula dengan Surat Al IKhlas disebut sepertiga Al Qur’an karena mengandung al-asmaau alhusnaa
[1:2][40:65] alhamdu lillaahi | rabbi al’aalamiina | [1:3] alrrahmaani alrrahiimi
kalimatu allaahi -> alhamdu lillaahi
kalimatu rabbika -> rabbi al’aalamiina
al-asmaau alhusnaa -> alrrahmaani alrrahiimi
Penjelasan Hikmah secara al-asmaau alhusnaa
alhayyu (Maha Hidup) -> Ar Rahmaan (Maha Pemurah -> Pemberi Rahmat) -> Al Ahad (Maha Tunggal)
alqayyuumu (Yang Maha Mandiri) -> Ar-Rahiim (Maha Penyayang -> Yang Memberikan Rahmat)-> Al Wahid (Yang Maha Satu)
Pengertiannya adalah :
Pemilik Petunjuk -> Alloh (Al Ahad,alhayyu, Ar Rahmaan)
Jalannya Petunjuk -> Rabb (Al Wahid,alqayyuumuu, Ar-Rahiim)
Pemilik petunjuk hanya satu yaitu Alloh (Al Ahad) Pemberi Rahmat kepada Rasul-Nya (Ar Rahmaan) yang selalu ada disetiap masa (al Hayyu)
Jalannya Petunjuk (Pemimpin Petunjuk -> Para Nabi/Imam) serba satu (Al Wahid) yang memberikan rahmat kepada para pengikutnya (Ar-Rahiim) dan berdiri sendiri di setiap masanya (al Qayyuumuu)
secara garis besar
-> petunjuknya dinamakan Petunjuk Alloh
-> jama’ah-nya dinamakan Jama’ah Nabi/ khaliifatan fii al-ardhi
-> umatnya dinamakan muslim
[22:78]Dia (Huwa-> bismillah [1:1]-> dengan nama Alloh -> bismi rabbika [96:1]-> dengan nama rabb-> kalimat Alloh -> kalimat Rabb -> Al Qur’an) telah menamai kamu sekalian muslim dari dahulu.
Dimasa Nabi Muhammad saw berdasarkan [5:3] -> dilanjutkan para sahabat -> ummat akhir jaman
-> petunjuknya dinamakan Petunjuk Alloh / Petunjuk Islam
-> jama’ah-nya dinamakan Jama’ah Islam / Khalifah Islam
-> umatnya dinamakan muslim / ummat Islam
untuk memudahkan pemahamannya dengan menggunakan dalil(burhâna/alasan/bukti kebenaran) :
[86:5] Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?->[32:7][40:57]->[16:70]->[2:28][2:210]->[4:59]->[9:105]
dan perkataan Nabi Muhammad (hadist saw)
“Aku orang yang paling dekat dengan ‘Isa bin Maryam ‘alaihis salam di dunia dan akhirat, dan para Nabi adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah(satu kepemilikan Al Ahad, Ar Rahmaan,al Hayyu) dengan ibu(petunjuk/kitab->Al Wahid, Ar Rahmaan, al Qayyuumuu) yang berbeda, sedangkan diinuhum(jama’ah->Al Wahid,Ar-Rahiim , al Qayyuumuu) satu”
Kalimat Alloh -> Al Qur’an
Kalimat Rabbika -> Jama’ah Islam -> Nabi Muhammad saw [alnnubuwwata]-> Sahabat (Abubakar ra, Umar ra, Ustman ra, Ali ra) [manhaj alnnubuwwata]->NKA- NII dengan Imam MYT ['alaa manhaj alnnubuwwata]
dalil dalam Al Qur’an -> alkitaaba waalhukma waalnnubuwwata -> (pelajaran Al Qur’an) Taurat sebagai kitab dan Nabi Musa as sebagai Hikmah dan Nabi Harun as sebagai kenabian)
alnnubuwwata waalkitaaba[57:26]alnnubuwwata waalkitaaba[29:27]
[45:16] Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat), dan hikmah dan kenabian [alkitaaba waalhukma waalnnubuwwata] dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya)
[3:79] Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab dan hikmah dan kenabian [alkitaaba waalhukma waalnnubuwwata], lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani , karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan kamu tetap mempelajarinya (alkitaaba wabimaa kuntum tadrusuuna).
[6:89] Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab dan hikmat dan kenabian[alkitaaba waalhukma waalnnubuwwata] Jika siapa yang mengingkarinya(fa-in yakfur), maka sesungguhnya(faqad) dan Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya(wakkalnaa bihaa qawman laysuu bihaa bikaafiriina).